Positif COVID-19 Kembali Melonjak Tajam, Angka Meninggal Terus Melemah

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Foto: BNPB)

-

AA

+

Positif COVID-19 Kembali Melonjak Tajam, Angka Meninggal Terus Melemah

Health | Jakarta

Selasa, 28 April 2020 19:41 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per Selasa (28/4/2020) naik signifikan menjadi 9.511 setelah ada penambahan sebanyak 415 orang. 

Mengapa ini penting: Angka penambahan 415 kasus tersebut cukup tinggi, yang sekaligus menunjukkan bahwa masih ada penularan di tengah masyarakat sehingga angka positif COVID-19 semakin tinggi. Penambahan rekor kasus positif tertinggi adalah penambahan 436 orang yang terjadi pada Jumat (24/4/2020) lalu.

Konteks: Dengan tambahan pemeriksaan PCR dan Rapid Test, serta didukung jumlah laboratorium yang banyak, maka jumlah pasien positif COVID-19 akan semakin banyak diketahui, sehingga bisa dilakukan isolasi untuk mendapatkan perawatan. Apalagi pemerintah sendiri telah menargetkan pemeriksaan jumlah spesimen 10.000 per hari.

Apa katanya: "Kasus positif 9.511 orang,"ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (28/4/2020).

Jumlah pasien sembuh: Jumlah pasien sembuh terus meningkat signifikan menjadi 1.254 setelah ada penambahan sebanyak 103 orang.

⦁ Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

⦁ Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 363, disusul Jawa Timur sebanyak 144, Sulawesi Selatan 108, Jawa Barat 103, Jawa Tengah 89 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 1.254 orang.

"Kita bersyukur bahwa pasien sembuh sudah cukup banyak, di DKI Jakarta sudah mencapai 363 orang, Jawa Timur 144 orang, kemudian Sulawesi Selatan 108 orang, Jawa Barat 103 orang, Jawa Tengah 89 orang sehingga total keseluruhannya adalah 1.254 orang,” jelas Achmad Yurianto.

Angka kematian melemah: Angka kematian yang terkonfirmasi karena positif COVID-19 terus melemah. Tercatat hingga hari ini ada penambahan pasien meninggal sebanyak 8 orang sehingga totalnya menjadi 773. Angka tersebut berangsur-angsur turun apabila dibandingkan data per hari sebelumnya.

⦁ Kendati demikian, hal yang masih harus diwaspadai adalah kasus meninggal tersebut paling banyak ada pada kelompok usia sekitar 41-60 tahun dan beberapa lainnya di atas usia tersebut.

⦁ Selain itu ada faktor penyakit penyerta atau komorbiditas hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien hingga meninggal dunia.

Lebih dari 2.200 Orang Indonesia Meninggal Akibat COVID-19, Datanya Ditutupi Pemerintah?

Uji spesimen: Penambahan kasus yang terjadi berdasarkan diambil dari hasil uji spesimen sebanyak 79.618 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 46 laboratorium. Sebanyak 62.544 kasus spesimen yang diperiksa didapatkan data 9.511 positif dan 53.033 negatif.

Jumlah ODP dan PDP: Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menjadi 213.644 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 20.428 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 297 kabupaten/kota di Tanah Air.

Sebaran COVID-19:

Provinsi Aceh sembilan kasus, Bali 215 kasus, Banten 388 kasus, Bangka Belitung 10 kasus, Bengkulu delapan kasus, Yogyakarta 93 kasus, DKI Jakarta 4.002 kasus.

Jambi 32 kasus, Jawa Barat 969 kasus, Jawa Tengah 682 kasus, Jawa Timur 857 kasus, Kalimantan Barat 51 kasus, Kalimantan Timur 115 kasus, Kalimantan Tengah 121 kasus, Kalimantan Selatan 150 kasus, dan Kalimantan Utara 92 kasus.

Kepulauan Riau 89 kasus, Nusa Tenggara Barat 221 kasus, Sumatera Selatan 143 kasus, Sumatera Barat 144 kasus, Sulawesi Utara 43 kasus, Sumatera Utara 111 kasus, dan Sulawesi Tenggara 45 kasus.

Sulawesi Selatan 453 kasus, Sulawesi Tengah 42 kasus, Lampung 44 kasus, Riau 40 kasus, Maluku Utara 26 kasus, Maluku 22 kasus, Papua Barat 37 kasus, Papua 177 kasus, Sulawesi Barat 37 kasus, Nusa Tenggara Timur satu kasus, Gorontalo 15 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 27 kasus.


0 Komentar