PPATK Ungkap Modus Pencucian Uang Kepala Daerah Lewat Kasino

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi. (Foto: Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO - Ketua Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Badaruddin mengungkapkan modus pencucian yang yang dilakukan oknum kepala daerah melalui tempat perjudian atau kasino di luar negeri.

Modus pencucian uang lewan tempat perjudian itu yaitu dengan dua cara yang digunakan oknum kepala daerah tersebut. Pertama dengan menyimpan uang dalam rekening yang kemudian ditarik mau main. Kedua dengan menyimpannya dalam bentuk membelikannya dalam koin.

Kiagus Badaruddin mengungkapkan, pencucian uang yang dilakukan oknum kepala daerah itu melalui kasino yang merupakan modus baru yang terendus pihaknya tahun ini.

"Menyimpannya dalam rekening dan ditaik kalau dia mau main atau juga menyimpannya dalam bentuk membelikannya dalam koin," kata Badaruddin dilansir CNNIndonesia.com, Senin (16/12/2019).

Badaruddin menyampaikan detail, pelaku menukarkan uang hasil kejahatan dengan koin kasino di negara-negara tertentu. Kemudian mereka menunggu hingga jam operasi kasino berakhir untuk kembali menukarkan koin ke dalam bentuk uang tunai.

Para oknum kepala daerah itu akan mendapat uang tunai plus tanda terima dari kasino. Setelah itu, tumpukan uang tunai itu diboyong ke Tanah Air dengan status legal.

"Nah itu nanti dia bisa menggunakan uangnya, masuk ke kita dan jadikan bukti bahwa receipt (tanda terima) itu adalah uang itu berasal dari main judi. Main judi kan di negara-negara tertentu legal, tidak melanggar hukum," ujar dia.

BACA JUGA: PPATK Didesak Bongkar Sosok Kepala Daerah Pemilik Rekening Kasino Rp50 M

Badaruddin menambahkan pihaknya saat ini belum bisa membeberkan secara detail siapa saja yang melakukan pencucian uang ini. Namun ia memastikan PPATK akan mengungkapnya ke publik setelah pendalaman selesai dilakukan.

"Sekarang tidak mungkin saya kasih tahu siapa, di mana, nanti hilang semua ini. Kita cuma memberikan efek jangan sampai berbondong-bondong lagi lah orang main (judi) ke luar negeri, kecuali duitnya sendiri," ucapnya.

Sebelumnya, PPATK menemukan sejumlah transaksi kepala daerah yang menyimpan uang senilai Rp50 miliar dalam rekening permainan kasino luar negeri. Pernyataan itu ia sampaikan dalam Refleksi Akhir Tahun di Kantor PPATK, Jakarta, Jumat (13/12).


0 Komentar