Prasasti Itu Ingatkan Kita Pada "Tragedi Bintaro 2" Enam Tahun Lalu
KRL Commuter Line yang menabrak truk tangki BBM di perlintasan kereta api Pondok Betung, Bintaro 6 tahun tahun lalu. (Foto: Tempo)

JAKARTA, HALUAN.CO - Bagi pengguna jasa kereta api listrik (KRL) Commuter Line yang naik dari Stasiun Tanah Abang, pasti akan melihat prasasti di dinding lantai 2 stasiun tersebut.

Mereka yang ada dalam prasasti itu adalah tiga petugas KRL yang meninggal dalam kecelakaan kereta dengan truck tangki yang terjadi tanggal tanggal 9 Desember 2013 lalu.

Kecelakaan antara Commuter Line dengan tangki yang membawa 24.000 liter bahan bakar jenis premium itu dikenal dengan Tragedi Bintaro 2.

Prasasti ketiga petugas KRL itu dibuat di Stasiun Tanah Abang untuk mengenang kejadian tersebut dan perlintasan sebidang tempat terjadinya kecelakaan itu kini telah ditutup dan flyover pun telah dibangun untuk mencegah kecelakaan serupa terulang.

Peristiwa kecelakaan enam tahun lalu itu terjadi di perlintasan kereta api Pondok Betung, Bintaro pada Senin pagi.

Kecelakaan ini terjadi diduga karena truk bermuatan tangki menerobos saat palang pintu yang tidak berfungsi.

KRL Commuter Line jurusan Serpong–Tanah Abang bernomor 1131 berangkat dari Serpong sekitar pukul 11.01Wib, tetapi sedikit terlambat karena ada perbaikan AC. Setelah itu berangkat menuju Pondok Ranji.

Di situlah kesalahan mulai terjadi. Truk tangki melewati perlintasan, tak jauh KRL datang. Petugas langsung mengibarkan bendera merah.

KRL tak bisa rem mendadak dan akhirnya pukul 11.25 Wib terjadilah tabrakan. Sekitar pukul 11.30 Wib terdengar tiga kali ledakan.

Sebelum bertabrakan, asisten masinis sempat memberitahukan bahwa akan siap-siap menghadapi tabrakan, tetapi penumpang tidak menghiraukan. Penumpang langsung terjatuh dan miring ke kanan.

Saksi mata menyebutkan bahwa KRL berhenti mendadak dan lampu kereta mati. Penumpang di gerbong satu dan dua berhamburan ke belakang karena di depan hawanya terasa panas.

Masinis, Asisten Masinis, Teknisi Kereta meninggal karena posisi mereka terjepit. Sementara dilaporkan empat orang penumpang meninggal.