Presiden Minta Diberi Waktu untuk Sembuhkan Penyakit Jiwasraya, Sampai Kapan?
Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya. (Foto: Katadata)

JAKARTA, HALUAN.CO - Presiden Joko Widodo meminta semua pihak memberikan waktu untuk penyelesaian skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang diduga telah merugikan negara sekitar Rp13,7 triliun. Sebab, menurut Jokowi, mengurai persoalan Jiwasraya ini tidak mundah.

"Ini sakitnya sudah lama sehingga penyembuhannya juga tidak langsung sehari dua hari, juga butuh waktu," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Banyak Dapat Teror karena Kasus Jiwasraya dan Asabri, Erick Tetap Santai

Jokowi mengatakan, sebaiknya semua pihak memberikan kesempatan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk menyelesaikan persoalan yang sudah lama terjadi ini.

"Tetapi sekali lagi, kita ngomong apa adanya, membutuhkan waktu. Tapi insyaallah selesai," yakin Jokowi.

Kendati demikian, Jokowi tidak memberi target waktu untuk penyelesaian kasus gagal bayar yang dialami oleh Jiwasraya tersebut. Ia hanya menekankan bahwa hal terpenting adalah pelayanan kepada nasabah, kepada rakyat kecil.

"Enggak ada, target saya selesai. Yang penting selesai, terutama untuk nasabah-nasabah, rakyat kecil," tegasnya.

Kasus Jiwasraya, Kejaksaan Agung Telah Memanggil 130 Saksi dan Tetapkan 5 Tersangka

Terkait industri keuangan nonbank seperti asuransi tersebut, Jokowi memandang perlunya reformasi. Reformasi tersebut dilakukan secara menyeluruh sebagaimana yang pernah dilakukan perbankan pada kurun 2000-2005 yang membawa imbas positif bagi perekonomian nasional.

"Baik itu dari sisi pengaturan, sisi pengawasan, sisi risk management, semuanya harus diperbaiki dan dibenahi. Tapi butuh waktu, enggak mungkin setahun-dua tahun. Sisi permodalannya juga. Sehingga muncul kepercayaan dari masyarakat terhadap perasuransian kita," tandasnya.