Pria di Palangkaraya Tipu Ustaz dengan Modus Jadi Mualaf
Ilustrasi mualaf. (Foto: Net)

PALANGKARAYA, HALUAN.CO - Seorang pria berinisial EKS (35) menipu seorang ustaz di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan modus mualaf. Tersangka memohon untuk bisa tinggal di rumah korban agar bisa belajar agama, namun malah menggasak barang dan harta korban.

Kasat Reskrim Polresta Palangkaraya, Kompol Todoan Gultom Agung mengatakan, pelaku diamankan petugas di tempat persembunyiannya di Kabupaten Kapuas tanpa perlawanan.

"Pelaku melakukan penipuan berkedok pindah agama dari Kristen ke Islam," kata Gultom kepada wartawan di Palangkaraya, Kalteng, Rabu (15/1/2020).

Gultom mengatakan, sebelum menipu dan mencuri barang serta harta korban, EKS datang ke masjid yang berada di Jalan Mendawai km 1 Palangkaraya dan bertemu korban, Ustaz Syamsul Qomar, pada Kamis (26/12/2020).

Kedatangan tersangka ke masjid tersebut untuk berpura-pura bahwa dirinya ingin pindah agama atau menjadi mualaf. Lalu dia memohon tinggal di rumah korban, dengan tujuan mencuri barang dan harta ustaz tersebut.

"Setelah berpura-pura menjadi seorang mualaf, menurut dia, pelaku tinggal dengan korban di Jalan Hiu Putih XII Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya," ujarnya.

Pada Sabtu (28/12/2020) korban berangkat ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan pada siang itu tersangka diminta tolong mengantarkan korban ke Masjid Darussalam Jalan G Obos Induk, menggunakan motor milik korban.

Sesampainya di Masjid Darussalam, korban juga berpesan untuk menjemputnya kembali keesokan harinya, paling lambat sekitar pukul 14.00 WIB di lokasi yang sama.

"Karena ditinggal korban ke Banjarmasin, pelaku langsung dengan leluasa membuka lemari baju korban dan mengambil uang Rp1 juta di dalamnya beserta BPKB motor milik korban," ucap Gultom.

Kemudian tersangka yang sudah mendapatkan uang, BPKB, dan motor, langsung pergi dari kediaman korban dan menjual sepeda motor tersebut kepada seseorang yang tidak dikenal di Kecamatan Sabangau dengan harga Rp3,5 juta.

Dengan uang tersebut pelaku langsung kabur ke Kapuas yang menjadi tempat persembunyiannya. Di Kapuas uang hasil penjualan sepeda motor dan uang korban lainnya itu dihabiskan untuk makan sehari-hari dan minum-minuman keras.

"Pria yang sudah mendekam di sel Mapolresta Palangka Raya ini, dikenakan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dan 372 KUHP penggelapan dan penipuan barang milik orang lain dengan ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara," katanya.

Sementara itu, EKS mengaku kepada penyidik bahwa dirinya melakukan perbuatan seperti itu sudah empat kali, yakni di Palangka Raya, Kapuas, dan Katingan.

Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka itu didapatkan saat berada di dalam penjara, ketika dirinya tersandung kasus narkoba dan divonis beberapa tahun oleh hakim.

"Cara seperti itu saya belajar dari teman sewaktu di penjara. Kemudian perbuatan seperti itu telah saya lakukan empat kali," katanya.