Protes Pengeledahan Kantor DPP PDIP, KPK Sarankan Dibawa ke Praperadilan
Ilustrasi penggeledahan Kantor DPP PDIP.

JAKARTA, HALUAN.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan PDIP mengajukan keberatan melalui proses pra peradilan, bukan ke Dewan Pengawas KPK.

"Kalau merasa berkeberatan atas apa yang dilakukan KPK, ya silakan bawa ke praperadilan, bukan ke Dewas KPK," tegas Plt Juru bicara KPK Ali Fikri, Jumat (17/1/2020).

Penegasan itu disampaikannya

menanggapi aduan yang dilakukan kuasa hukum PDIP yang di pipmpin oleh I Wayan Sudirta dan Teguh Samudera, yang telah menemui Dewan Pengawas KPK.

Kuasa hukum PDIP menyampaikan 7 poin aduan, salah satu poin aduannya yaitu mempertanyakan perbedaan penyelidikan dan penyidikan kepada Dewas KPK.

Hal ini di tanyakan tim kuasa hukum PDIP itu, ketika pada tanggal 9 Januari kantor DPP PDIP di lakukan penggeledahan oleh tim penyidik KPK, penggeledahan sendiri dilakukan pukul 06.45 pagi yang menurut I Wayan selaku kuasa hukum PDIP belum ada orang berstatus tersangka, yang berati masih tahap penyelidikan.

Dikatakan Ali Fikri, KPK tidak akan masuk ke wilayah perdebatan mengenai sah atau tidaknya administrasi tentang penyidikan maupun penyelidikan.


Seharusnya kata dia, kuasa hukum PDIP melakukan proses keberatan sah atau tidaknya administrasi melalui proses praperadilan dan bukan ke Dewas KPK.

"Saya kira kalau pun ada pihak-pihak yang keberatan terkait dengan proses-proses administrasi dan lain-lain tentu mekanisme yang dapat dilakukan adalah di praperadilan karena hak dari para tersangka ataupun siapa pun yang merasa dirugikan tempat pengujiannya," tegas Ali.

Mengenai pembentukan tim hukum dari DPP PDIP, KPK kata dia, tidak mempersoalkannya.

"Saya kira itu hak siapa saja siapapun untuk membentuk tim hukum, tentu KPK tidak akan masuk ke wilayah itu," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar sudah meluruskan kabar yang menyebut tim penyelidik gagal menggeledah kantor DPP PDIP karena dihalangi oleh petugas keamanan yang berjaga di DPP PDIP.

Lili menuturkan sejak awal pihaknya memang tidak berniat menggeledah, tetapi hanya menyegel. Penyegelan dilakukan untuk mengamankan lokasi terlebih dahulu dan mengamankan alat bukti.