PSBB Bandung Raya Disetujui, Efektif Pemberlakuannya Dilaksanakan pada 22 April Mendatang

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Kompas.com)

-

AA

+

PSBB Bandung Raya Disetujui, Efektif Pemberlakuannya Dilaksanakan pada 22 April Mendatang

Regional | Jakarta

Minggu, 19 April 2020 10:05 WIB


BANDUNG, HALUAN.CO - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyetujui pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah Bandung Raya. Namun, pemberlakuan PSBB Bandung Raya baru akan efektif pada Rabu (23/4/2020), karena menunggu kesiapan daerah tersebut. 

Konteks: Ada peningkatan signifiikan jumlah kasus terkorfirmasi positif COVID-19 di wilayah Bandung Raya, selain Bodebek (Kabupaten/kota Bogor, Kota Depok dan kabupaten/kota Bekasi)

Apa katanya: "Kami sudah mendapatkan surat dari Menteri Kesehatan yang isinya memberikan keputusan bahwa Kemenkes menyetujui untuk pemberlakukan PSBB di wilayah metropolitan Bandung Raya," kata Emil - sapaan Ridwan Kamil.

PSBB Bandung Raya: Lima daerah yang Bandung Raya yang akan diberlakukan PSBB meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang. Pemberlakuan PSBB Bandung Raya ini, menyusul PSBB yang diberlakukan di wilayah Bodebek.

  • Lima kepala daerah di Jabar sepakat untuk memberlakukan kebijakan tersebut pada Rabu 22 April 2020 dini hari, hingga 14 hari ke depan.
  • Persiapan PSBB di Bandung Raya sudah 100 persen dari sisi teknis, kepolisian, TNI dan lain-lain
  • Sosialisasi dilakukan selama empat hari mulai Sabtu, Minggu, Senin, Selasa kepada seluruh RW dan pihak terkait.
  • PSBB dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran

"Ini artinya PSBB di Jabar paling banyak di RI, meliputi 10 kota dan kabupaten, zona Bodebek dan sekarang di zona Bandung Raya," katanya.

Keputusan persetujuan tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan tersebut bernomor Kemenkes Nomor HK.01.07/Menkes/259/2020 tentang penetapan PSBB Bandung Raya yang ditandatangani pada Jumat, 17 April 2020, oleh Menteri Terawan Agus Putranto.

Hal ini didasarkan pada kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah wilayah-wilayah tersebut dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya menilai perlu dilaksanakan PSBB Bandung Raya.

PSBB Bandung Raya juga dinilai telah sesuai dengan aturan Perundang-undangan yang berlaku, diantaranya Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Tegal Disetujui PSBB, Tapi Pemberlakuannya Baru pada 23 April Mendatang

Pembatasan akses:

  • Kota Bandung memberlakukan penjagaan di 42 titik krusial, terutama akses masuk melalui pintu tol saat pemberlakuan PSBB antara lain di Kopo dan Pasteur.
  • Kabupaten Bandung membuat 16 titik chek point yang akan memeriksa orang dan kendaraan saat PSBB diterapkan diantaranya di Bojonsoang dan Cileunyi.
  • Akan dilakukan pemeriksaan di perbatasan pintu akses masuk keluar di wilayah Bandung Raya.
  • Pelanggar PSBB di wilayah Bandung Raya akan mendapatkan sanksi, berupa surat tilang ataupun blangko teguran.

"Kami mengimbau masyarakat di Bandung raya yang jumlahnya kurang lebih mendekati 9-10 juta jiwa, agar melakukan adaptasi persiapan-persiapan dalam melaksanakan PSBB ini," ujar Ridwan Kamil.

Daerah yang sudah terapkan PSBB:

  • Provinsi DKI Jakarta.
  • Provinsi Jawa Barat diberlakukan Zona Bodebek (Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok), Zona Bandung Raya ( Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang)
  • Provinsi Banten diberlakukan di Kota Tangerang Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
  • Provinsi Riau diberlakukan di Kota Pekanbaru.
  • Provinsi Sulawesi Selatan diberlakukan di Kota Makassar.
  • Provinsi Sumatera Barat.
  • Provinsi Jawa Tengah diberlakukan di Kota Tegal.

0 Komentar