PSBB Berlaku, Anies Janji Penuhi Kebutuhan Masyarakat Miskin
Pemulung sedang melintas di jalanan di Jakarta jelang penetapan PSBB. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

JAKARTA, HALUAN.CO - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memastikan akan memenuhi kebutuhan pokok warga miskin maupun rentan miskin di provinsi tersebut yang secara ekonomi terdampak akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Mengapa ini penting:

  • Banyak warga miskin maupun rentan miskin yang terdampak oleh kebijakan PSBB di DKI Jakarta.
  • Seluruh komponen pemerintah berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin untuk mendapatkan bantuan selama masa PSBB ini. Hal itu diatur oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"InsyaAllah bantuan akan segera tuntas mulai hari ini. Pembagian bantuan untuk masyarakat miskin dan rentan miskin, sudah mulai dilaksanakan hari ini sudah 20 ribu kepala keluarga," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4/2020) malam.

Konteks:

  • Gubernur Anies Baswedan telah menandatangani Keputusan Gubernur Nomor 380 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB di DKI Jakarta. Dengan begitu, banyak warga miskin maupun rentan miskin yang bakal terdampak oleh kebijakan tersebut.
  • Dalam Pasal 4 (3) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2020 disebutkan bahwa pemerintah memperhatikan kebutuhan pokok warga selama masa PSBB. Menurut Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam, pasal itu harus dimaknai sebagai pijakan kebijakan penetapan PSBB untuk memastikan dan memberi jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

Jumlah warga yang dapat bantuan: Pemprov DKI Jakarta nantinya akan memberikan bantuan sosial kepada sebanyak 1,25 juta kepala keluarga dalam bentuk paket kebutuhan pangan.

Teknis pemberian bantuan: Bantuan akan disalurkan dengan metode door-to-door yang didistribusikan langsung oleh petugas Pemprov DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, dan Kodam Jaya setiap pekan kepada para penerima bantuan. Dengan begitu, para penerima bantuan bisa melewati masa ini tanpa menghadapi masalah yang terlalu besar.

Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Kebutuhan Pokok saat PSBB

Harapan Anies:

Masyarakat Jakarta dapat menaati penegakkan hukum PSBB dalam jangka waktu dua minggu setelah efektif diberlakukan mulai Jumat (10/4/2020) pukul 00.00 WIB.

Warga yang tinggal di Jakarta dapat menjadi contoh baik dari suatu pemberlakuan aturan pembatasan untuk memutus mata rantai virus pandemi COVID-19.


0 Komentar