PSBB di Jabodetabek Menjadi Sia-sia Jika KRL Tidak Disetop

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Calon penumpang KRL Commuter Line menumpuk di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin pagi (13/4/2020), tiga hari setelah PSBB diberlakukan di Jakarta. (Foto: Antara)

-

AA

+

PSBB di Jabodetabek Menjadi Sia-sia Jika KRL Tidak Disetop

Megapolitan | Jakarta

Sabtu, 18 April 2020 15:46 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menilai penerapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabodetabek menjadi tidak berguna mengatasi wabah virus corona jika operasional KRL atau Commuter Line tidak disetop.

Mengapa ini penting: Jika KRL tetap beroperasi maka untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 dengan physical distancing atau jaga jarak sulit dilakukan.

Konteks:

• Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rapat virtual bersama Timwas DPR RI terhadap Pelaksanaan Penanganan Bencana Pandemi COVID-19 di Jakarta, Kamis (16/4/2020) telah mengusulkan kepada Kemenhub untuk memberhentikan sementara operasi KRL.

• Lima kepala daerah, yaitu Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kota Depok melalui surat mereka bernomor 16/Covid-19/Sekret/IV/2020 tertanggal 15 April 2020 mengajukan kepada Menteri Perhubungan agar mensetop sementara operasional KRL.

Apa katanya: Komisi V DPR sudah lama meminta penghentian sementara KRL. Namun hingga saat ini Menhub Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan masih bersikeras terhadap keputusannya untuk tidak mensetop.

:Sebab, kalau KRL tetap operasi maka akan sulit mengindari penumpukan penumpang di KRL. PSBB saya kira jadi sia-sia saja. Kenapa? Karena ketentuan-ketentuan tidak dipatuhi," kata Syarief, Jumat (17/4/2020).

Harapannya:

• Luhut dapat segera mensetop pengopersian KRL selama PSBB. Menhub dimintaa memiliki pendekatan ideologi yang sama dengan Menkes dalam penanganan virus corona ini.

• Bagi pekerja yang tetap melakukan aktivitas di Jakarta, diminta kepada pemilik perusahaan menerapkan bekerja dari rumah atau menyediakan transportasi antar jemput untuk karyawannya yang tidak bisa bekerja dari rumah, seperti koki atau pekerjaan lain.

Pendapat lainnya:

• Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menilai PSBB tidak akan efektif menghentikan penyebaran corona. Aktivitas masyarakat di luar rumah masih ramai dan terjadi menumpukkan calon penumpang KRL. "Tidak efektif. Tidak ada bedanya sebelum PSBB," kata Saleh Daulay.

• Bupati Bogor, Ade Yasin menilai KRL selama ini menjadi penyebab maraknya warga di kabupaten tersebut yang terpapar virus corona baru. "Kami yakin penyebabnya maraknya karena KRL. Dari data yang ada, rata-rata dari penumpang kereta," kata Ade Yasin, Jumat (17/4/2020).

Bupati: KRL Jadi Penyebab Maraknya Pasien Positif COVID-19 di Bogor

Alasan Luhut tidak mau menghentikan operasional KRL seperti disampaikan Juru Bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi, Jumat (17/4/2020), bahwa penumpang KRL itu mayoritas adalah pekerja di fasilitas kesehatan yang bisa terdampak jika KRL ini disetop.

KRL akan beroperasi dengan pembatasan waktu dan pengendalian penumpang. Kebijakan ini akan berlangsung sampai bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah sudah diterima masyarakat.


0 Komentar