PSBB di Jakarta Belum Efektif Turunkan Angka Kasus COVID-19

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi DKI Jakarta. (Foto: Ist)

-

AA

+

PSBB di Jakarta Belum Efektif Turunkan Angka Kasus COVID-19

Megapolitan | Jakarta

Senin, 20 April 2020 10:33 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DKI Jakarta hingga 19 April sebanyak 3.033 kasus atau sekitar 46 persen dari nasional. Ada penambahan 108 kasus dari hari sebelumnya.

Sementara itu, jumlah terkonfirmasi positif virus corona atau COVID-19 pada tanggal 10 April 2020, hari pertama diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tercatat 1.719 kasus.

Mengapa ini penting:

• Dari data di Corona.jakarta.go.id ada penambahan kasus COVID-19 sejak hari pertama PSBB hingga 19 April 2020 sebanyak 1.314 kasus atau sekitar 43,3 persen selama 9 hari PSBB.

• Sementara kasus positif corona di Indonesia pertama kali diumumkan Presiden Jokowi tanggal 2 Maret 2020. Artinya, PSBB yang diterapkan di Jakarta belum mampu menekan kasus COVID-19.

Konteks: Penerapan PSBB di DKI Jakarta berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/Menkes/239/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi DKI Jakarta Dalam Rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Data kasus:

• Terkonfirmasi positif COVID-19 hingga 19 April 2020 sebanyak 3.033 kasus. Masih dirawat 1.839 orang (61 persen), sembuh 207 (7 persen), meninggal 292 (9 persen) dan isolasi mendiri 695 (23 persen).

• Kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terdata 5.167 orang. Dari kasus PDP itu sebanyak 1.476 orang (29 persen) masih dirawat dan 3.691 orang (71 persen) sudah sembuh).

Apa penyebabnya: Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menilai penerapan status PSBB di Jakarta menjadi tidak berguna karena angkutan massal seperti KRL atau Commuter Line tidak disetop sementara.

Jika KRL tetap beroperasi maka untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 dengan physical distancing atau jaga jarak sulit dilakukan.

Komisi V DPR sudah lama meminta penghentian sementara KRL. Namun hingga saat ini Menhub Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan masih bersikeras terhadap keputusannya untuk tidak menyetop.

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menilai PSBB tidak akan efektif menghentikan penyebaran corona. Aktivitas masyarakat di luar rumah masih ramai dan terjadi menumpukkan calon penumpang KRL. "Tidak efektif. Tidak ada bedanya sebelum PSBB," kata Saleh Daulay.

Bupati Bogor, Ade Yasin menilai KRL selama ini menjadi penyebab maraknya warga di kabupaten tersebut yang terpapar virus corona baru. "Kami yakin penyebabnya maraknya karena KRL. Dari data yang ada, rata-rata dari penumpang kereta," kata Ade Yasin, Jumat (17/4/2020).

Bagaimana selanjutnya: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hampir memastikan status PSBB di provinsi yang dipimpinnya diperpanjang.

Mafia Mengeruk Keuntungan di Tengah Wabah COVID-19

Alasannya, pemberlakuan PSBB selama 14 hari dianggap belum bisa menghentikan laju penyebaran corona.

"Dalam kenyataannya wabah seperti ini tidak bisa selesai dalam 14 hari. Karena itu hampir pasti PSBB harus diperpanjang," kata Anies, Jumat (17/4/2020).


0 Komentar