PSI Desak Seluruh Transportasi Publik ke Luar Jabodetabek Dibekukan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Suasana Stasiun LRT Velodrome, Jakarta, di tengah darurat Covid-19. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

-

AA

+

PSI Desak Seluruh Transportasi Publik ke Luar Jabodetabek Dibekukan

Nasional | Jakarta

Sabtu, 28 Maret 2020 08:54 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Kementerian Perhubungan untuk membekukan seluruh sistem transportasi publik ke luar Jabodetabek untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 ke daerah lain.

Menurut Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, langkah tersebut perlu dilakukan sambil menunggu kebijakan pemerintah yang lebih komprehensif.

Yakni untuk meminimalisasi interaksi antar-manusia baik melalui social distancing yang diperketat, karantina terbatas atau karantina wilayah.

"Kami mendesak Kementerian Perhubungan menghentikan pergerakan orang ke luar dari Jabodetabek dengan membekukan semua transportasi publik," kata Isyana dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3/2020).

Isyana menjelaskan, Jabodetabek adalah pusat penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, harus dicegah pergerakan orang dari Jabodetabek ke desa-desa atau kota lain di seluruh Indonesia.

Secara teknis, kata Isyana, Kemenhub menghentikan semua moda transportasi seperti kereta api, bus antar-kota, kapal laut dan pesawat udara. Semua akses transportasi hanya dibuka untuk kepentingan logistik dan kesehatan.

“Ini memang berat dan pasti bukan tindakan populer. Tapi, PSI berkeyakinan, ini harus dilakukan demi menyelamatkan ribuan, atau bahkan puluhan ribu nyawa saudara-saudara kita di desa-desa di luar Jabodetabek,” ujar Isyana.

“Kalau kita baca laporan media, belasan ribu pekerja informal di Jakarta sudah mudik dini ke kampung mereka karena pekerjaan yang sepi. Ini sangat berpotensi menjadi gelombang penularan besar-besaran ke kampung-kampung," sambungnya.

Tim Medis Masih Sulit Dapat APD, Keselamatan Jiwa Mereka Terancam

Isyana mengingatkan, tindakan drastis harus ditempuh. Apalagi, mengingat sarana dan prasarana kesehatan di daerah kalah tertinggal dengan di Jabodetabek.

“Kalau ada ledakan jumlah positif corona di daerah, kita akan sangat kewalahan. Sebelum itu terjadi, tutup semua akses transportasi publik keluar Jabodetabek,” tandasnya.


0 Komentar