PSI Dukung Mendikbud Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional
Mendikbud Nadiem Makarim saat menghadiri peringatan Hari Guru Nasional ke-74 di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Jawa Barat. (FOTO: Antara)

JAKARTA, HALUAN.CO - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim untuk menghapus Ujian Nasional (UN) mulai 2021. 

Menurut Juru Bicara DPP PSI, Dedek Prayudi, terobosan seperti yang dilakukan Nadiem memang sangat dibutuhkan dunia pendidikan di Indonesia saat ini.

"Kita tak punya waktu lagi untuk menunda perbaikan diri atau kita akan makin jauh tertinggal," kata Dedek dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/12/2019).

Dia menilai, UN sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan dalam pendidikan di Indonesia saat ini. Pasalnya, menurut dia, metode itu hanya menilai kemampuan siswa dengan tes selama beberapa jam saja.

Padahal, menurut dia, tes kemampuan yang hanya beberapa jam dalam UN itu belum tentu bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan siswa dalam menempuh pendidikan di sekolah tertentu.

"Kemampuan sesungguhnya dari masing-masing siswa jadi tidak terbaca," ujarnya.

Dedek mengatakan, UN yang selama ini menjadi ukuran kemajuan pendidikan belum berhasil mengangkat kualitas pendidikan. Terbukti, lanjut dia, Human Development Report tahun 2019 menempatkan Indonesia di peringkat ke 6 di ASEAN.

Peringkat itu, imbuh dia, menempatkan pendidikan Indonesia di bawah Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand, dan Filipina.

“PSI mendorong bentuk tes yang bukan menekankan soal hapalan, namun menitikberatkan pada kemampuan berpikir kritis dan mendorong kreativitas,” ungkapnya.

Dedek menjelaskan, metode tes semacam itu membutuhkan sistem pembelajaran yang mengajak para siswa aktif bertanya, berdiskusi, juga memfasilitasi belajar di luar kelas.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim memastikan akan menghapus Ujian Nasional (UN) mulai 2021. UN nantinya akan digantikan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter mulai 2021.

Cara pengganti ini tak berdasarkan mata pelajaran. Tes didasarkan pada kemampuan literasi (bahasa), numerasi (matematika), dan karakter.


0 Komentar