PSI kembali Gelar Konvensi Bacalon Pilkada 2020, Kali Ini untuk Surabaya

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ketua Umum PSI, Grace Natalie. (FOTO: DPP PSI)

-

AA

+

PSI kembali Gelar Konvensi Bacalon Pilkada 2020, Kali Ini untuk Surabaya

Regional | Jakarta

Minggu, 19 Januari 2020 18:02 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar seleksi terbuka lanjutan untuk menjaring bakal calon wali kota dan wakil wali kota untuk Pilkada Surabaya 2020 di Basecamp DPP PSI, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020). 

Sebelumnya, PSI juga menggelar seleksi terbuka bagi bakal calon kepala daerah untuk Pilkada Tangerang Selatan.

Ketua Umum PSI, Grace Natalie, kembali mengingatkan bahwa tujuan dari konvensi bakal calon kepala daerah yaitu untuk melawan ongkos politik yang mahal dalam pilkada dan membuka ruang kontestasi yang setara bagi semua.

“Kenapa PSI susah payah melakukan konvensi? Ini upaya kami untuk memerangi high cost politics. Dari pengalaman teman-teman yang lebih dahulu terjun ke politik, mereka rata-rata mengalami masalah yang sama, bahwa untuk masuk ke dalam kontestasi politik itu butuh biaya sangat besar. Di luar Jawa misalnya, dalam pemilihan gubernur, untuk mendapatkan tiket partai, orang bisa mengeluarkan biaya sampai Rp100 miliar. Untuk kabupaten dan kota, jumlahnya bervariasi,” kata Grace.

Dengan mekanisme konvensi, kata Grace, PSI berupaya mencari kandidat terbaik untuk mengelola daerah, melampaui ukuran material dan kedekatan personal dengan elite partai politik.

Konvensi bakal calon kepala daerah Kota Surabaya ini diikuti 12 peserta. Sebanyak 4 peserta merupakan kader PSI dan 8 peserta lain non-kader PSI.

Grace memastikan, semua peserta akan diperlakukan setara dan sama. Para peserta pun datang dari beragam profesi seperti pengacara, seniman, pedagang, aktivis, dan akademisi.

“Sama seperti (konvensi) kemarin, kami membuka seluruh proses seleksi ini di media sosial, live di Facebook. Kami harap dari sini, semua masyarakat bisa mengikuti seperti apa sih proses seleksinya,” ujar Grace.

Sebanyak 18 Orang Ikut Seleksi Terbuka PSI untuk Pilkada Tangsel, Ada Putri Ma'uf Amin

Grace mengatakan, bagi peserta yang lolos di fase wawancara, akan mengikuti tahapan selanjutnya. Karena, menurutnya, seleksi terbuka berupa wawancara dengan tim panelis bukan lah tahap akhir konvensi.

“Selesai tahapan ini, masih ada lagi, yaitu ada debat publik dan juga tahapan survei. Selain mencari kandidat yang berkualitas, tentu juga akan dicek bagaimana penerimaan masyarakat nanti,” ungkapnya.

Para bakal calon pemimpin Surabaya ini diuji panelis independen. Mereka yang menjadi panelis independen adalah pakar psikologi politik Hamdi Muluk, pengamat politik Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte, dosen Nanyang Technological University (NTU) Sulfikar Amir, Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas, mantan Komisioner KPK Bibit Samad Rianto, dan founder Ruang Guru Iman Usman.

Sedangkan panelis dari internal PSI, ada Grace Natalie, Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni dan Bendahara umum DPP PSI Suci Mayang Sari.


0 Komentar