PSI Minta Staf Khusus Presiden Andi Taufan Mengundurkan Diri

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Staf Khusus Presiden Andi Taufan Garuda bersama Presiden Joko Widodo. (FOTO: BPMI Setpres)

-

AA

+

PSI Minta Staf Khusus Presiden Andi Taufan Mengundurkan Diri

Nasional | Jakarta

Selasa, 14 April 2020 18:29 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Andi Taufan Garuda Putra, mengundurkan diri terkait surat berkop Sekretariat Kabinet kepada camat agar mendukung relawan PT Amartha Mikro Fintek dalam upaya menanggulangi COVID-19.

Mengapa ini penting: Tindakan yang dilakukan Andi Taufan merupakan sebuah kesalahan karena ia merupakan CEO PT Amartha. Sementara dalam surat tersebut, atribusinya sebagai Staf Khusus Presiden. Untuk itu, Andi Taufan lebih baik mengundurkan diri.

“Dalam demokrasi yang mapan, pejabat publik mengundurkan diri karena kesalahan adalah hal biasa. Mungkin Mas Taufan bisa memberi contoh, membuat tradisi baru, dengan kesadaran pribadi mau mengundurkan diri,” kata Ketua DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2020).

Konteks:

  • Andi Taufan berkirim surat dengan kop Sekretariat Kabinet kepada para camat agar mendukung relawan PT Amartha Mikro Fintek dalam upaya menanggulangi COVID-19. Andi Taufan sendiri adalah CEO PT Amartha. Sementara dalam surat itu, dirinya sebagai Staf Khusus Presiden.
  • Dalam surat kepada para camat tertanggal 1 April itu, program “Kerja Sama sebagai Relawan Desa Lawan COVID-19” akan dijalankan untuk area Jawa, Sulawesi, dan Sumatra. Kerja sama yang dimaksud mencakup edukasi COVID-19 dan pendataan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) di puskesmas.

Pandangan PSI: Ada konflik kepentingan dalam surat yang dikirimkan oleh Andi Taufan. Hal itu tidak seharusnya dilakukan seseorang yang memiliki jabatan sangat penting, yakni Staf Khusus Presiden.

Tak cukup dengan maaf: Meski Andi Taufan sudah minta maaf, namun hal itu belum cukup. Apalagi, permintaan maaf itu sendiri lebih terkesan sebagai permohonan maaf pribadi.

“Memang Mas Taufan sudah meminta maaf tapi tidak menggunakan kop surat yang sama, yaitu Sekretariat Kabinet. Juga di bawah tanda tangan dan nama hanya bertuliskan email pribadi,” ujar Isyana.

Jawa Tengah Belum Ajukan PSBB, Ini Alasan Ganjar

Mengganggu kerja Jokowi: Tindakan Andi Taufan disebut telah mengganggu fokus kerja Presiden Joko Widodo dalam menangani COVID-19. Padahal dalam situasi sulit sekarang, para pembantu presiden diharapkan tidak menambah sulit posisi Jokowi. Setiap langkah dan pernyataan harus terukur dan bisa dipertanggungjawabkan.


0 Komentar