PSI Sebut Tambahan Anggaran LRT Rp68 Miliar Berpotensi Langgar Aturan
Ilustrasi LRT. (FOTO: Antara)

JAKARTA, HALUAN.CO - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meminta tambahan anggaran Rp68 miliar pada kegiatan Pembangunan Light Rail Transit (LRT). Penambahan anggaran itu akan digunakan untuk pekerjaan konsultan manajemen konstruksi dan konsultan integrator.

Menanggapi itu, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (F-PSI) DPRD DKI Jakarta menilai, anggaran tersebut berpotensi melanggar aturan.

Di dalam kegiatan Pembangunan LRT, awalnya Dishub mengalokasikan anggaran Rp85,6 miliar untuk pengadaan lahan. Berikutnya, Dishub mengusulkan tambahan anggaran Rp68 miliar pada saat rapat pembahasan rancangan APBD 2020 tanggal 5 Desember 2019.

Rute LRT yang akan dikerjakan adalah dari Pulogadung ke Tanah Abang.

“Di dalam rapat tersebut, kami mempertanyakan mengapa Dinas Perhubungan diberi anggaran untuk konsultan manajemen konstruksi dan konsultan integrator pembangunan LRT. Padahal, menurut Pergub nomor 154 tahun 2017, kedua pekerjaan tersebut adalah wewenangnya PT Jakpro,” kata anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Eneng Maliana Sari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/12/2019).

Milli, sapaan akrabnya, menjelaskan, di dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 154 tahun 2017 Gubernur telah menugaskan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan prasarana, pengadaan sarana, dan pengoperasian untuk semua rute LRT.

Di dalamnya juga diatur bahwa pemerintah daerah hanya berwenang untuk melakukan pengadaan lahan.

“Kalau baca Pergub Nomor 154, tidak ada celah bagi pihak lain untuk melakukan pembangunan dan pengoperasian LRT. Jika tetap dipaksakan ada tambahan anggaran Rp68 miliar di DInas Perhubungan, kami khawatir anggaran tersebut berpotensi melanggar Pergub Nomor 154,” jelas Milly.

Menurut RPJMD tahun 2018-2020, Pemprov DKI Jakarta berencana membangun 7 koridor LRT dengan total panjang sekitar 110 kilometer. Pada saat ini, PT Jakpro telah menyelesaikan pembangunan dan mengoperasikan rute Kelapa Gading Pegangsaan Dua – Velodrome sepanjang 5,8 kilometer.

Sementara itu, PT Jakpro juga telah merampungkan fasilitas perawatan kereta yang mampu memenuhi kebutuhan rute LRT sepanjang 110 kilometer dan fasilitas sepanjang 40 kilometer.