PT Pelni Terima Penghargaan Manajemen Keselamatan Jasa Angkutan 2019
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero (Foto: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Persero menerima penghargaan Manajemen Keselamatan Penyelenggara Jasa Angkutan atau Transportation Safety Management Award (TSMA) 2019 dari Kementerian Perhubungan. 

Penghargaan diberikan sebagai Unggulan I Kategori Penyelenggara Jasa Angkutan Laut dan diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi kepada Direktur Utama PT PELNI (Persero), Insan Purwarisya L. Tobing.

Dirut PT Pelni, Insan Purwarisya L. Tobing dalam acara penganugerahan penghargaan Manajemen Keselamatan Penyelenggara Jasa Angkutan, di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019) mengatakan, penghargaan yang diterima kepada PT Pelni (Persero) selaku penyedia jasa angkutan transportasi adalah dalam rangka memotivasi kepada operator penyelenggara jasa angkutan agar mengutamakan keselamatan dan keamanan bagi penumpang.

Dikatakannya, sebagai perusahaan jasa yang menyediakan transportasi laut, Pelni selalu mengutamakan keselamatan penumpang dalam pelayarannya. “Keselamatan bagi PELNI adalah hal utama dan kebutuhan sesuai dengan budaya perusahaan, yakni menekankan Customer Focus, sehingga di setiap pelayarannya diupayakan zero accident,” ujarnya.

Untuk Natal dan tahun baru tahun ini, PT Pelni juga menambah alat-alat keselamatan seperti lifeboat sebanyak 230 unit, lifebouy 451 unit, lifejacket 72.140 unit, liferaft 1.885 unit untuk kapal trayek nusantara.

Adapun pemenang penghargaan dibagi atas empat kategori. Kategori Angkutan Jalan adalah PT Bigbird Pusaka, PT Sinar Jaya Megah Langgeng, dan PT Rosalia Indah Transport. Untuk kategori Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) terbaik adalah PT Dharma Lautan Utama, PT Windukarsa, dan PT Trisakti Lautan Emas.

Kategori angkutan laut diserahkan kepada PT Pelni. Dan, kategori Angkutan Perkeretaapian diserahkan kepada PT MRT Jakarta, PT KCI, dan PT Railink. Kriteria penilaian mengacu pada operator yang memiliki catatan mengenai keselamatan yang baik, program pelaksanaan perawatan dan operasi yang baik, memenuhi ketentuan regulasi operasional serta personel yang berkualifikasi untuk mendukung keselamatan operasional.


Penulis: Melda Riani