Puasa Panjangkan Usia, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi seorang anak yang turut berpuasa. (Foto: Shutterstok.)

-

AA

+

Puasa Panjangkan Usia, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Health | Jakarta

Rabu, 22 April 2020 12:45 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO – Tim ilmuwan dari Georgia State University membuktikan bahwa puasa tidak hanya baik bagi kesehatan rohani. Namun, lebih dari itu puasa bermanfaat bagi kesehatan jasmani sehingga dapat memperpanjang usia seseorang.

Mengapa ini penting: Data menunjukkan bahwa, salah satu pemicu kematian paling besar di dunia adalah penyakit jantung dan pembuluh darah, di mana faktor usia menjadi faktor risiko utamanya. Pemicunya adalah, kerusakan yang terjadi pada pembuluh darah yang semakin meningkat siriring bertambahnya usia.

Hubungannya dengan puasa:

• Ilmuan mengungkap bahwa molekul β-Hydroxtbutarate (β-HB), yang diproduksi oleh hati selama puasa, dimana merasakan kelaparan, atau keterbatasan kalori, dapat menunda penuaan pembuluh darah.

• Ketika penuaan pembuluh darah tertunda, maka mencegah senesens khususnya pada sel endotelial, yang melapisi permukaan bagian dalam pembuluh darah. Senesens merupakan penurunan kemampuan sel untuk membelah dan memperbanyak diri secara gradual.

• Tidak hanya mendorong sel untuk membelah diri, molekul β-HB juga ikut memerangi senesens yang disebabkan kerusakan DNA, yang selama ini memicu penuaan.

• Hati membuat molekul β-HB selama periode di mana asupan makanan sangat terbatas, kelaparan, atau tubuh melakukan olahraga intens dalam waktu yang lama.

Kata ilmuan: “Sudah lama diketahui bahwa berpuasa dapat menyebabkan efek anti penuaan, namun temuan kami menyediakan bukti hubungan kimiawinya,” ungkap Ming-Hui Zou, direktur Center for Molecular and Translational Medicine di Georgia State University ujar Zou, dikutip dari Kompas, 7/5/2019.

Zou juga membeberkan bahwa ketika seseorang bertambah tua, pembuluh darah berperan sebagai penyedia suplai bagi beberapa organ yang berbeda. Yang paling sensitif adalah kerusakan terkait usia.

Tindak lanjut: Temuan yang dipublikasikan di jurnal Mollecular Cell mengungkap bahwa ilmuan selanjutnya akan mencari bagaimana mengubah temuan ini menjadi alat yang dapat digunakan oleh semua orang, bukan hanya bagi pelaku diet.

“Jika kita dapat membuat sistem peredaran darah kembali muda, maka bukan hanya risiko penyakit kardiovaskuler saja yang menurun, namun lebih dari itu. Penyakit Alzheimer dan kanker juga dapat diturunkan,” tambahnya.

Penulis: Neni Isnaeni


0 Komentar