Pulangkan WNI di Suriah, PBNU: Pastikan Dulu Jiwa Nasionalismenya, Jangan Sampai Kecolongan
Ilustrasi terorisme. (Foto: Jarrakpos)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah untuk serius menangani warga negara Indonesia (WNI) yang teridentifikasi terlibat foreign terrorist fighter (FTF) atau terorisme lintas-bantas di Suriah. 

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan, jika pemerintah ingin memulangkan mereka, maka harus dipastikan tidak membuat ulah di Tanah Air.

"Harus betul-betul serius menanganinya. Jangan cuma abal-abal, nanti kecolongan. Alasan kecolongan, minta maaf," kata Said di gedung PGI, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (11/1/2019).

Said Aqil menjelaskan, sebelum memulangkan WNI yang yang terindikasi FTF itu, pemerintah harus menjamin tidak akan melakukan tindakan teror. Sebab, WNI FTF itu meninggalkan Indonesia dalam rangka ingin mendirikan negara Khilafah.

Karena itu, kata Said Aqil, pemerintah harus memastikan jiwa nasionalisme mereka.

"Kalau pemerintah menjamin mereka tidak berbuat seperti itu lagi, diterima, pulang, ya silakan. Tapi menurut saya, lihat dulu, mereka sudah betul-betul menyesali, betul-betul kalau kembali pulang berjiwa nasionalis, silakan," tukasnya.

Menko Polhukam Mahfud MD, sebelumnya, mengungkapkan bahwa WNI yang terlibat terorisme lintas batas (FTF) sekitar 6000-an orang. Namun, Mahfud MD mengklarifikasi kembali bahwa WNI yang terlibat FTF sekitar 600-an orang.

"WNI yang diduga terlibat terrorisme lintas batas (FTF) yang saya maksud sekitar 600-an, bukan 6000-an. Pencarian yg lain dan dukungan dokumen masih terus dilakukan. Detail sebaran bisa ditanyakan ke BNPT via Pak Suhardi Alius," kata Mahfud MD.


0 Komentar