Puncak Pandemi COVID-19 di Indonesia Diprediksi Saat Ramadan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo (Foto: BNPB)

-

AA

+

Puncak Pandemi COVID-19 di Indonesia Diprediksi Saat Ramadan

Nasional | Jakarta

Selasa, 14 April 2020 10:18 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Pemerintah memprediksi puncak pandemi Covid-19 di Indonesia berlangsung pada lima hingga enam pekan mendatang atau sekitar pertengahan hingga akhir Ramadan 1441 H. 

Artinya, pada masa-masa tersebut jumlah penderita Covid-19 diperkirakan akan mencapai angka tertinggi sejak kasus konfirmasi positif pertama kali diumumkan pada awal Maret lalu.

Mengapa ini penting: Dalam masa tertinggi akan terjadi lonjakan dratis pasien COVID-19 di Indonesia untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah melalui Kementerian BUMN telah menambah ketersediaan alat tes COVID-19 dengan metode PCR.

Konteks: Kementerian BUMN telah mendatangkan 18 unit alat PCR untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 dalam enam pekan mendatang. Alat ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas pemeriksaan menjadi 9.000 tes per hari.

Apa katanya: "Ketersediaan reagen perlu kita upayakan maksimal karena masa puncak di Indonesia diprediksi akan terjadi 5-6 minggu yang akan datang," kata Doni Monardo, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (13/4/2020).

Antisipasi pemerintah:

  • Kementerian BUMN menambah ketersediaan alat tes COVID-19 dengan mendatangkan 18 unit alat PCR. Alat ini diharapkan bisa meningkatkan kapasitas pemeriksaan menjadi 9.000 tes per hari.
  • Jumlah laboratorium di Indonesia yang memiliki kemampuan melakukan tes PCR sebanyak 29 unit dan akan ditambah menjadi 52 unit dalam waktu dekat.
  • Kementerian Riset dan Teknologi juga telah menggandeng Lembaga Biologi Molekular Eijkman untuk menambah kapasitas tes per harinya.
  • Beberapa swasta akan berpartisipasi dalam PCR test yang bekerja sama juga dengan Kementerian Kesehatan dan BUMN.

Rapid test digunakan: Selain pemeriksaan dengan metode PCR yang akurat, pemerintah juga memasifkan pelaksanaan tes cepat atau rapid test agar dapat memetakan penyebaran COVID-19 di daerah.

"Upaya ini sangat penting untuk bisa mengetahui masyarakat yang telah positif setelah dilakukan pemeriksaan sehingga bisa dilakukan langkah-langkah untuk isolasi mandiri, termasuk juga untuk dirujuk ke rumah sakit tertentu," kata Doni.

Pendapat Presiden Jokowi: Dalam rapat terbatas, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk memperluas dan meningkatkan kapasitas tes PCR.

  • Perluasan kemampuan tes PCR itu diharapkan dapat mengurangi beban laboratorium di zona merah sebagai pusat penyebaran COVID-19.
  • Tambahan 18 unit alat tes PCR ditargetkan mampu meningkatkan kemampuan tes COVID-19 di Indonesia.
  • Bila satu unit alat tes PCR mampu melakukan 500 pemeriksaan per hari, maka 18 unit diharapkan mampu melakukan 9.000 tes per harinya.

"Tes PCR sampai hari ini juga sudah menjangkau 26.500 tes. Ini juga lompatan yang baik, tapi saya ingin setiap hari paling tidak kita bisa mengetes lebih dari 10 ribu. Ini sangat baik.


0 Komentar