Putra Jokowi Diharapkan Tak Lawan Kotak Kosong di Pilwakot Solo

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming. (Foto: CNN Indonesia)

JAKARTA, HALUAN.CO - Direktur Eksekutif Indonesia Popular Survey, Silvanus Alvin mengatakan, putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, kansnya terpilih menjadi Wali Kota Solo, sangat besar.

Menurut Alvin, peluang Gibran terpilih jadi Wali Kota Solo itu karena ada embel-embel nama besar Jokowi.

"Peluang ini tidak lepas dari pengaruh Jokowi sebagai Presiden. Siapa yang tidak kenal Gibran anak Jokowi atau Gibran ayah Jan Ethes," kata Alvin dalam keterangannya, Rabu (11/12/2019).

"Terlebih dalam beberapa kesempatan, Gibran juga menemani aktivitas politik bersama Jokowi," sambungnya.

Alvin menganggap, warga Solo masih merindukan sosok Jokowi. Cara Gibran untuk meraih simpati warga Solo, maka yang perlu dilakukannya ialah blusukan.

"Gibran jangan sampai terlena dengan father's effect. Ia pun harus bekerja keras keliling solo, menyapa dan berkomunikasi," bebernya.

Bagi Alvin, memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat di Solo jauh lebih baik. Hal itu juga akan membuat warga Solo terkenang dengan sosok Jokowi dalam diri Gibran.

"Ini salah satu yg saya maksud dgn menghadirkan sosok Jokowi. Itu berarti Gibran juga perlu less active di perusahaannya. Kemudian ia juga perlu memberikan solusi khas milenial yang penuh terobosan untuk kota solo, karean gibran pun termasuk generasi milenial," imbuhnya.

Selain itu, kata Alvin, peluang Gibran menang sebagai Walikota juga sudah tercium oleh partai-partai di Solo. Karenanya, tak heran bila PKS, PAN dan PKB mendekat karena kans menang Gibran begitu tinggi.

"Dukungan atas partai-partai itu kembali lagi ke Gibran, karena ia cukup didukung PDIP untuk maju Pilwakot. setahu saya, PDIP di Solo punya 30 dari 35 kursi DPRD. Partai lainnya berkisar antara 3-5 kursi," terangnya.

Kendati demikian, Alvin juga mengkritik, majunya Gibran akan diangggap sebagai kebangkitan dinasti politik dari trah Jokowi. Meski hal itu tidak ada yang patut dipermasalahkan selama prosesnya berlangsung jujur, ersih dan adil.

Namun, akan bermasalah bila dinasti politik ini memunculkan calon tunggal dan ini tidak baik bagi demokrasi.

"Jangan sampai gibran nanti lawan kotak suara kosong. Masyarakat di Solo pun, saya berpesan, juga harus melihat kampanye maupun pesan-pesan politik apa yang ditawarkan gibran. Jangan karena modal populer saja maka ia dipilih," tukasnya.


0 Komentar