Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat tidak Mengalami Ganguan Jiwa
Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat. (Foto: Ist)

SEMARANG, HALUAN.CO - Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis yang dilakukan Polda Jawa Tengah terhadap Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, Totok Santosa dan Fanni Aminadia menunjukan bahwa keduanya tidak mengalami gangguan jiwa.

“Hasil pemeriksaan psikolog, keduanya memiliki kondisi yang sehat, baik jasmani maupun rohani. Berarti, selama ini keduanya menjalankan kegiatan mendirikan keraton dalam keadaan sadar dan mengerti,” kata Kabid) Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Iskandar Fitriana Sutisna, dikutip Solopos, Kamis (23/1/2020).

Iskandar mengatakan pemeriksaan psikologis terhadap raja dan ratu Keraton Agung Sejagat itu turut melibatkan akademisi dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Iskandar mengatakan pemeriksaan kejiwaan dilakukan setelah kedua tersangka itu bersikukuh mendapat wangsit atau pesan gaib untuk mendirikan kerajaan dengan nama Keraton Agung Sejagat, yang berpusat di Desa Pogung, Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo.

Bahkan, setelah ditangkap aparat kepolisian dan menjalani serangkaian pemeriksaan, Totok yang mendaulatkan diri sebagai Sinuhun, dan Fanni dengan gelar Kanjeng Ratu Dyah Gitaraja, tetap bersikukuh telah mendapat mandat untuk membuat kerajaan baru, warisan Mataram Kuno.

Namun dengan hasil pemeriksaan itu, polisi pun bisa menyimpulkan jika keduanya tidak mengalami gangguan jiwa dan telah membuat perencanaan untuk membuat Keraton Agung Sejagat.

“Mereka membuat perencanaan Keraton Agung Sejagat secara sadar dan mengerti. Artinya, mereka tidak memiliki gangguan jiwa dan cukup menjadi bukti pendukung dari keterangan saksi,” jelas Iskandar.

Terungkap! Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Ngaku Cuma Berkhayal

Menurut Iskandar, Totok dan Fanni merencanakan membuat Keraton Agung Sejagat sejak 2018. Bahkan, mereka tidak hanya merencanakan membuat kerajaan di Purworejo, tapi juga di daerah lain.

“Rencana itu mereka buat secara sistematik. Sejak 2018, mereka membuka cabang-cabang Keraton Agung Sejagat,” imbuh Kabid Humas Polda Jateng.