Raker di Komisi III DPR, Kepala PPATK Ungkap Pencucian Uang di Kasino
Ilustrasi pencucian uang. (Foto: Ist)

JAKARTA, HALUAN.CO - Dalam rapat kerja dengan Komisi IIII atau Komisi Hukum DPR, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin kembali mengungkapkan modus pencucian uang lewat kasino.

"Ini modus pola baru dalam tindak pidana pencucian uang yang dilakukan kepala daerah," ungkap Kiagus Ahmad Badaruddin saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (5/2/2020).

Dia tidak mengungkapkan jumlah atau kepala daerah mana saja yang melakukan praktik tindak pidana pencucian uang melalui kasino tersebut.

"Pendapatan dana yang diduga berasal dari hasil kejahatan mereka masukan ke rekening kasino atau casino account. Ini merupakan pola baru di Indonesia dalam rangka pencucian uang," kata Kiagus.

Biasanya menurut Kiagus, tindakan pencucian uang melalui kasino merupakan hasil kejahatan.

Sebab itu, pelaku sengaja membuka rekening melalui kasino agar bisa membawa uang hasil TPPU dalam bentuk tunai ke dalam negeri.

"Terduga pelaku membuka rekening di kasino dan menggunakan member card kasino sebagai media agar dapat membawa kembali dana tunai ke Indoensia," tuturnya.

Menurut Kiagus, dana yang kembali ke dalam negeri dapat disamarkan dengan seolah-olah menang dalam perjudian. Padahal, uang itu diduga dari tindak kejahatan.

"Hal ini merupakan upaya menyembunyikan uang dan atau menyamarkan sumber dana yang diduga berasal dari tindak pidana agar seolah-olah berasal dari hasil bermain judi di kasino," ujar Kiagus.

PPATK Bisa Dipidana Buka Temuan Kepala Daerah Cuci Uang di Kasino