Ranah Minang Ternoda, Bisnis "Lendir" Online Muncul di Kota Padang
Ilustrasi

PADANG, HALUAN.CO - Ranah Minang yang terkenal dengan adat dan agamanya kuat, kini ternoda dengan munculnya bisnis "lendir" (praktik prostitusi) di Kota Padang. 

Baru saja beberapa hari lalu terungkap adanya bisnis "lendir" di salah rumah di pemukiman warga di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kini terungkap lagi adanya bisnis "lendir" online. Pemasaran bisnis "lendir" itu dilakukan melalui aplikasi chatting MiChat.

Polresta Padang membongkar kasus bisnis "lendir" onlie tersebut dengan mengamankan tiga orang tersangka. Dari tiga orang tersangka tersebut, ternyata dua orang adalah anak masih di bawah umur. Ketiga tersangka adalah tersangka FB (33), AP (16) dan AS (16).

Mereka diciduk jajaran Reskrim Polresta Padang, Kamis (9/1) malam di kawasan GOR Agus Salim Padang, di saat mereka tengah bersantai di kawasan tersebut.

"Para tersangka ini memberikan harga Rp500 ribu di aplikasi chatting MiChat untuk korban. Jika deal, maka disepakatilah lokasinya di beberapa hotel yang ada di Kota Padang," kata Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Twi Himawan didampingi Kasat Reskrim, AKP Edriyan Wiguna, Kamis (16/1/2020) seperti dilansir Harianhaluan.com, jaringan Haluan Media Group (HMG) di Padang.




Dari pengangakuan tersangka, dua anak bawah umur yang menjadi korban dalam bisnis "lendir" online atau prostitusi online di Padang itu dibanderol dengan harga Rp500 ribu. Uang hasil transaksi bisnis "lendir" itu digunakan oleh para tersangka untuk berpoya-poya untuk membeli pakaian dan membeli narkoba.

"Dari pemeriksaan, para tersangka ini mengaku baru sekali melakukan aksi tersebut. Namun, petugas masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para tersangka," papar AKP Edriyan Wiguna.




Buka Bisnis "Lendir", Ibu dan Anak Digaruk Polisi

Pengungkapan kasus bisnis "lendir" berbasis aplikasi MiChat ini terungkap setelah pihak kepolisian mendapat laporan dari kakak salah seorang korban. Dalam laporan itu disebutkan jika salah seorang korban menghilang dari rumahnya di Painan, Pesisir Selatan sejak 1 Januari 2020.

"Dari laporan itulah petugas melakukan penelusuran dan akhirnya petugas berhasil mendeteksi jika adik pelapor itu sudah menjadi korban prostitusi online," sebut Kapolres saar press rilis kasus tersebut.

Saat ini, tiga tersangka sudah diamankan di Mapolresta Padang berikut barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban dan lima unit handphone.

"Kita masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan kemungkinan ada tambahan korban serta tersangka lainnya," tutup Kasat Reskrim.

Sebelumnya Ditreskrimum Polda Sumbar telah membongkar kasus bisnis "lendir" di di Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.