Ravio Ditangkap karena Diduga Ingin Lakukan Aksi Penjarahan
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono. (Foto: Instagram/@divisihumaspolri)

JAKARTA, HALUAN.CO - Polda Metro Jaya membenarkan soal penangkapan aktivis Ravio Patra yang kini masih diperiksa atas dugaan perbuatan onar dan juga penghasutan untuk melakukan kekerasan.

Mengapa ini penting:

• Ravio sempat mengumumkan secara terbuka melalui akun @raviopatra di Twitter bahwa WhatsApp miliknya diretas dan dikendalikan oleh orang lain.

• Ravio meminta agar tidak ada yang mengontak WhatsApp-nya, tidak menanggapi pesan yang datang dari nomornya, dan meminta agar akunnya dikeluarkan dari berbagai WhatsApp Group.

“Benar bahwa Polda Metro Jaya telah menerima laporan, ada saksi inisial DR, dia menyampaikan laporan ke PMJ bahwa dia menerima WA dari seseorang," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono melalui siaran langsung di akun Youtube Tribrata TV Humas Polri, Kamis (23/4/2020).

Konteks: Kabar penangkapan Ravio karena tuduhan provokasi kerusuhan itu viral di media sosial. Namun ada dugaan WhatsApp sang aktivis diretas.

Alasan penangkapan Ravio:

• Pelapor menerima pesan singkat di WhatsApp yang berisi ajakan untuk melakukan aksi penjarahan pada bulan April 2020.

• Setelah ditelusuri, polisi menemukan bahwa pemilik nomor yang menyebarkan pesan tersebut adalah RP.

• Polisi lalu menciduk Ravio di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

• Polisi juga ikut menangkap seorang warga negara Belanda berinisial RS. Tapi, Polisi tidak merinci lebih jauh hubungan Ravio dengan warga negara Belanda tersebut.

• Keduanya kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa.

"Yang bersangkutan kemudian kita amankan pada saat mau memasuki kendaraan berpelat CD, diplomatik dari Kedutaan Belanda,” tutur Argo.

Pengakuan Ravio:

• Ravio mengungkapkan kepada polisi bahwa akun WhatsApp miliknya telah diretas.

• Laboratorium forensik sedang mendalami jejak digital Ravio untuk mengetahui apakah WhatsApp-nya diretas atau tidak. Saat ini sedang menunggu hasil.

Kronologi WhatsApp Ravio diretas:

• Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto menduga penangkapan Ravio berkaitan dengan pesan berantai yang dikirim melalui nomor WhatsApp milik Ravio.

• Peristiwa tersebut berawal dari aduan Ravio kepada SAFEnet terkait dugaan peretasan yang dialaminya pada Rabu pukul 14.00 WIB.

• Saat Ravio mencoba untuk membuka WhatsApp miliknya, muncul tulisan “You've registered your number on another phone".

• Ravio menerima pesan singkat berisi permintaan pengiriman OTP (one time password). Pesan itu biasanya diterima bagi pengguna untuk mengonfirmasi perubahan pada akun WhatsApp.

• Masih pada Rabu siang, Ravio mendapat panggilan dari sejumlah nomor asing. Bahkan, ada nomor dengan kode negara Malaysia dan Amerika Serikat yang menghubunginya.

• Ketika diidentifikasi melalui aplikasi, nomor tersebut merupakan milik AKBP HS dan Kol ATD.

• Dugaan peretasan tersebut juga sempat diumumkan Ravio melalui akun Twitter-nya. Dua jam setelah pengumuman tersebut atau pada pukul 19.00 WIB, Ravio dapat mengakses kembali akun WhatsApp miliknya.

• Ravio menemukan bahwa pelaku dugaan peretasan itu mengirim pesan bernada provokatif.

• Pesan yang dimaksud berbunyi, “KRISIS SUDAH SAATNYA MEMBAKAR! AYO KUMPUL DAN RAMAIKAN 30 APRIL AKSI PENJARAHAN NASIONAL SERENTAK, SEMUA TOKO YG ADA DIDEKAT KITA BEBAS DIJARAH".

• Tak lama setelah berhasil mengakses kembali akun WhatsApp-nya, Ravio melapor kepada SAFEnet bahwa ada orang tak dikenal yang mencarinya di kediaman.

• Ravio kemudian diminta mematikan dan mencabut baterai telepon genggam serta mengevakuasi diri.

• Berdasarkan keterangan Damar, Ravio sempat memberi tahu sesaat sebelum mengevakuasi diri. Namun, Ravio tak dapat dihubungi lagi selama lebih dari 12 jam.

• Pada saat yang bersamaan sekitar pukul 00.30 WIB, muncul artikel di seword(dot)com dengan teks memojokkan Ravio disertai dengan hasil tangkapan layar yang mencantumkan pesan provokasi.

• Pada Kamis pagi, SAFEnet mendapat informasi mengenai dugaan penangkapan Ravio.


0 Komentar