Respons DPR soal Adanya Pembagian 'Nasi Anjing' ke Warga Tanjung Priok
Penampakan nasi bungkus "nasi anjing". (FOTO: Istimewa)

JAKARTA, HALUAN.CO - Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, menyayangkan adanya pembagian nasi bungkus dengan nama "nasi anjing" kepada warga Warakas, Tanjung Priok, yang terdampak pandemi COVID-19, Minggu (26/4/2020). 

Menurut dia, pemberian nama "nasi anjing" sangat tidak sensitif sebagai bantuan makanan bagi warga terdampak COVID-19.

Mengapa ini penting:

• Bagi masyarakat, diksi anjing secara langsung diasosiasikan sebagai sesuatu yang tidak lazim, bahkan diharamkan untuk dimakan.

• Pelabelan Nasi Anjing secara sederhana oleh sebagian besar masyarakat diartikan sebagai makanan yang tidak patut atau haram untuk dikonsumsi.

"Sehingga konteksnya tidak lagi pada konten apakah pembuatan nasi dilakukan dengan bahan halal apa tidak. Tapi lebih pada ketidakpatutan pemberian label pada bantuan makanan yang hendak diberikan dan dimakan oleh masyarakat," kata Arteria yang juga Deputi Penerangan Masyarakat Satgas Lawan COVID-19 DPR RI tersebut, Senin (27/4/2020).

Konteks: Masyarakat dihebohkan dengan munculnya sebuah video yang viral, menggambarkan warga dibagikan nasi anjing di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pembagian nasi anjing itu dipermasalahkan karena diberikan juga kepada warga Muslim. Video tersebut berdurasi kurang lebh 1.10 menit.

Jangan dibesar-besarkan:

• Kejadian pembagian "nasi anjing" itu diharapkan tidak dibesar-besarkan dan dijadikan polemik.

• Apalagi, kalau alasannya nama itu dipilih karena porsi nasi yang lebih besar dibanding nasi kucing. Anjing dianggap merupakan hewan yang setia, sehingga tak ada unsur pelecehan pada pemilihan diksi hewan itu untuk makanan.

• Namun, kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi para donatur yang hendak memberikan bantuan.

"Membantu tidak sekadar memberi bantuan, namun cara, etika dan kepatutan pun harus diperhatikan. Lakukan klarifikasi dengan baik tanpa perlu memberikan justifikasi," kata Arteria.

polisi selidiki adanya pembagian nasi anjing ke warga tanjung priok

Klarifikasi pembuat "nasi anjing":

• Polisi telah mengklarifikasi pihak-pihak yang terkait dan sudah mendatangi lokasi pembuatan nasi anjing itu.

• Ditemukan bahwa pembuatan nasi itu dengan bahan yang halal. Adapun diksi "nasi anjing" dipilih karena anjing dianggap hewan yang setia.

"Bahan yang digunakan adalah cumi, sosis sapi, teri, dan lain-lain," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Senin (27/4/2020).


0 Komentar