Reydonnyzar “Donny” Moenek Raih Polling Tertinggi 47% Bacagub Sumbar
Sekjen DPD RI Reydonnyzar Moenek, bakal calon Gubernur Sumatera Barat dalam Pilgub 2020 (Foto: Humas DPD RI)

PADANG, HALUAN.CO - Polling bakal calon Gubernur (Balongub) Sumbar yang digelar portal berita covesia.com sampai Kamis (9/1/2020) pukul 16.00 WIB, telah diikuti sebanyak 952 pemilih. Dari 15 nama calon gubernur yang terpampang di hasil polling itu, Reydonnyzar “Donny” Moenek meraih angka tertinggi 47%.

Kemudian disusul Mahyeldi Ansharullah 11%, sementara Nasrul Abit, Fakhrizal dan Edriana, 7%. Disusul Indra Catri dan Mulyadi 4%, serta Shadiq Pasadique, Aldi Taher, Riza Falepi, Andre Rosiade, dan Tifatul Sembiring di angka 2%. Syamsu Rahim, Ali Mukhni dan Genius Umar masih 1%.

Sebelumnya, pada posisi 605 pemilih, Reydonnyzar Moenek melejit jauh pada angka 62%, disusul Mahyeldi 9%, Nasrul Abit dan Fakhrizal 6%, serta Indra Catri 3%. Pada perolehan 2%, ada Mulyadi, Riza Falepi, Tifatul Sembiring dan Syamsu Rahim. Sementara 1%, Shadiq Pasadique, Ali Mukhni, Genius Umar, Aldi Taher, Andre Rosiade, dan Edriana saat itu masih 0%.

Covesia.com telah membuka polling calon Gubernur Sumbar sebulan yang lalu dengan memberikan pertanyaan kepada pemilih “Siapa Bakal Calon Gubernur Sumatera Barat Pilihanmu?”. Dan pemilih hanya bisa memilih untuk satu kali pilihan, tidak bisa dua kali. Kecuali kalau hape pemilih itu banyak.

Raydonnzar Moenek, yang sehari-hari Sekjen DPD RI, berterima kasih kepada mereka yang telah menjatuhkan pilihan kepadanya. “Kita tahu portal berita covesia.com merupakan koran online yang punya reputasi di Sumbar. Jadi tidak main-main di dalam menggelar polling,” ujar Donny Moenek dalam rilisnya, Jumat (10/1/2019).

Memang tidak salah kalau mantan Pj Gubernur Sumbar 2015-2016 itu mendapat tempat di hati masyarakat Sumbar. Hal itu terbukti dengan hasil polling yang dilakukan portal berita covesia.com, yang pernah melakukan hal yang sama saat Pilpres 2019 yang baru lalu.

Berdasarkan testimoni dari tokoh-tokoh masyarakat Sumbar, seperti Ketua Umum LKAAM Sayuti Dt Pangulu dan Bundo Kanduang Prof Raudha Thaib, sosok Donny Moenek mendapat apresiasi positif di mata masyarakat Sumbar. Walaupun cuma sekitar 7 bulan menjadi pejabat gubernur, tapi banyak kontribusinya terhadap Sumbar.

Pamong senior yang pernah menjabat Dirjen Bina Keuangan Daerah dan Juru Bicara Kemendagri itu, ahli dalam masalah fiskal, khususnya yang berhubungan dengan keuangan daerah. Tamatan APDN Semarang, dan doktor dari Unpad Bandung ini mempunyai jaringan dan lobi yang kuat, baik di dalam maupun di luar negeri. Diyakini ia bisa mendatangkan dana-dana pusat ke daerah. Pemimpin seperti inilah yang diperlukan Sumbar saat ini.

Kembalikan Donny Moenek Jadi Gubernur Sumbar Lagi

Mencermati calon gubernur dan wakil gubernur yang berpotensi ikut Pilkada Sumbar 2020 yang akan datang, ternyata masih didominasi oleh orang-orang partai politik (parpol). Sebutlah Nasrul Abit, Mulyadi, Mahyeldi Ansharullah, Ali Mukhni, Riza Pahlevi, Shadiq Pasadique, Syamsu Rahim dan lainnya.

Di luar itu, yang bukan orang partai, hanya beberapa nama saja yang menguat, dan berpotensi untuk ikut, di antaranya Fakhrizal (mantan Kapolda Sumbar) dan Indra Chatri (Bupati Agam). Tapi saat ini, sudah pula berhembus kencang nama Reydonnyzar Moenek (Sekjen DPD RI). Pamong senior ini menguat di kalangan birokrat / Aparatur Sipil Negara (ASN)-yang jumlahnya ratusan ribu di Sumbar.

Menurut Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas) Isa Kurniawan, bagi masyarakat Sumbar, putra daerah Lintau Kabupaten Tanah Datar yang pernah mengecap pendidikan di Filipina dan Australia, serta menguasai 4 bahasa asing itu sudah dikenal masyarakat Sumbar, karena pernah menjadi Penjabat Gubernur Sumbar pada tahun 2015-2016.

Walaupun cuma sekitar 7 bulan menjadi Pj Gubernur Sumbar, lanjut Isa, bersama stakeholder lainnya, mantan Wakil Gubernur IPDN itu sukses dalam melaksanakan Pilkada Sumbar 2015. Dimana saat itu yang bertarung Irwan Prayitno (mantan gubernur) dan Muslim Kasim (mantan wakil gubernur).

“Sehingganya saat pelantikan Donny Moenek oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, ia duduk berada di tengah-tengah diapit oleh keduanya,” sebut Isa.

Bukan itu saja, doktor ilmu pemerintahan bidang kebijakan fiskal Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung itu, berhasil mengumpulkan donasi puluhan milyar dari provinsi lainnya dalam pembangunan Masjid Raya Sumbar yang sekarang sudah berdiri megah dan menjadi ikon baru Kota Padang.

“Waktu menjadi Pj Gubernur Sumbar itu, Donny merupakan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, jadi komunikasinya dengan para gubernur di seluruh Indonesia bagus,” ucap Isa lagi.

Disebut Isa, untuk kebutuhan kepemimpinan Sumbar ke depan, sebenarnya sosok Donny merupakan pilihan yang ideal. Di samping kapasitas yang tidak diragukan lagi, karena untuk urusan kebijakan keuangan dan administrasi, ia sudah khatam.

“Dengan kemampuan keuangan daerah yang terbatas, karena Donny mempunyai lobi dan jaringan yang kuat di pusat, rasanya dana-dana pusat bisa dengan mudah dibawa ke Sumbar,” ucapnya.

Menurut Isa, kekuatan elektoral Donny pun sangat signifikan, khususnya datang dari masyarakat Kabupaten Tanah Datar, atau Luhak Nan Tuo, dan kemudian dari ribuan alumni STPDN / IPDN yang sekarang banyak memegang posisi strategis di pemerintahan provinsi maupun kabupaten / kota di Sumbar.

“Korsa mereka ini hanya setingkat di bawah TNI dan Polri”, tuturnya.

Karena Donny merupakan representasi dari birokrat / pamong, maka dengan ASN, baik di pemerintahan provinsi maupun kabupaten / kota, tentu akan mudah membangun emosinya. Walaupun para ASN itu dilarang berpolitik praktis, tetapi mereka adalah pemilih, dan dengan posisi yang strategis, di luar kedinasan, mereka mumpuni dalam mempengaruhi masyarakat.

Donny dikenal dekat dengan mantan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) yang juga Ketua Umum DPP Gebu Minang, kemudian sekarang dengan Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti, yang terkenal religius. Tentunya kedua tokoh nasional yang punya jaringan yang luas tersebut akan mendukung Donny.

Begitu juga dengan anggota DPD RI asal Sumbar, khususnya Emma Yohana, Leonardy Harmainy dan Alirman Sori, karena emosi di antara mereka sudah terbangun, diyakini ketika Donny maju nantinya, tidak lah susah rasanya meminta dukungan.

Kemudian, terang Isa, Donny Moenek dikenal dekat juga dengan para sesepuh Minang di perantauan seperti, mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, mantan Walikota Padang Sjahrul Ujud, dan tokoh-tokoh rantau lainnya dari kalangan pengusaha sukses di Jakarta dan sekitarnya.

Tak ketinggalan dukungan perantau Luhak Nan Tuo pun tentu akan didapat, seperti dari ibu Mufidah Jusuf Kalla (termasuk tentunya dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla), Fasli Jalal (mantan Wamendiknas yang sekarang Rektor Universitas Yarsi, Jakarta), sama berasal dari Lintau. Musliar Kasim (mantan Wamendiknas yang sekarang Rektor Universitas Baiturrahmah), Hendra Irwan Rahim (Ketua Golkar Sumbar) serta banyak lagi lainnya.

Pilgub Sumbar 2020, Donny Moenek Orang Pertama Mendaftar di Golkar

Manakala Donny dapat pasangan yang pas, maka kekuatan menjadi penuh. Dalam pandangan Isa, Ali Mukhni (Bupati Padang Pariaman) merupakan pasangan yang bisa saling melengkapi secara elektoral, karena gabungan dari Non Partai dan Partai (Ali Mukhni merupakan Ketua DPW PAN Sumbar), “Darek” dan “Rantau”, serta Sumbar1 dan Sumbar2. Pokoknya pasangan ini akan menjadi kuda hitam.

Koalisi partai pengusung Reydonnyzar Moenek–Ali Mukhni itu bisa saja PAN (10 kursi) dengan Golkar (8 kursi), atau PAN dengan salah satu partai yang memperoleh kursi kecil seperti PPP (4 kursi), NasDem (3 kursi), PKB (3 kursi) atau PDIP (3 kursi). Adapun syarat minimal mengusung itu minimal 13 kursi (20% dari total kursi DPRD Sumbar yang banyaknya 65 kursi).

Atau alternatif pasangan lain, seperti dengan Indra Catri (Bupati Agam) atau dengan Riza Falepi (Wali Kota Payakumbuh) misalnya. “Tetapi di tengah-tengah masyarakat Sumbar yang pernah merasakan lecut tangan Donny, di ranah maupun di rantau, saat ini semakin deras suara-suara yang berharap agar “kembalikan Reydonnyzar Moenek jadi Gubernur Sumbar lagi”. Sebab kalau dulu hanya penjabat, maka ke depan mudah-mudahan bisa menjadi gubernur defenitif,” pungkas Isa.