Reynhard Sinaga Dipindahkan ke Penjara Khusus Penjahat Kelas Kakap

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Reynhard Sinaga. (Foto: Facebook)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pada awal Januari 2020 lalu, media massa dihebohkan dengan kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Inggris.

Dia adalah Reynhard Sinaga. Dia jatuhi hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris 6 Januari 2020 lalu. Setelah menjalani hukuman 30 tahun dia boleh mengajukan pengampunan.

Pengadilan menyatakan dia terbukti melakukan 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria, selama rentang waktu dua setengah tahun, dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017 lalu.

Mengapa ini penting: Reynhard Sinaga sedang menjalani hukuman di penjara Strangeways. Kemudian dia dipindahkan ke Lapas Wakefield di West Yorkshire.

Penjara Wakefield tersebut dijuluki sebagai 'Puri Monster' karena sebagian besar napi dibui di sana adalah para pelaku kriminal kejam dan berbahaya.

Apa katanya: "Sinaga nampaknya sudah terlalu nyaman di penjara Strangeways. Kini dia harus berada di antara para penjahat paling berbahaya di Inggris," kata seorang sumber kepada The Sun seperti dikutip KBRH, Senin (20/04/2020).

Putusan pengadilan:

• Hakim pada pengadilan Manchester menjatuhkan hukuman 30 tahun penjara terhadap Reynhard.

• Hakim menyatakan Reynhard terbukti bersalah melakukan 159 kali pelecehan seksual, termasuk 136 tindak perkosaan.

• Menurut hakim, modus Reynhard adalah memperdaya korbannya dengan minuman keras dan narkoba hingga tidak sadarkan diri. Setelah itu dia memperkosa korban-korbannya sembari direkam dengan kamera video.

Tuntutan jaksa: Jaksa Kota Manchester mengusulkan kepada Jaksa Agung Inggris untuk memperberat hukuman Reynhard. Hakim yang menjatuhkan vonis, Suzan Goddard, menyatakan Reynhard adalah predator seks terbesar sepanjang sejarah Inggris.

Penyidik Inggris meyakini bahwa jumlah korban Reynhard sebenarnya ada sekitar 195 orang.

Siapa Reynhard Sinaga: Dia adalah pria kelahiran Jambi. Reynhard datang ke Inggris pada 2007 dengan visa pelajar. Universitas Manchester yang menjadi tempat Reynhard menimba ilmu mencabut dua gelar akademik yang disandangnya atas pertimbangan keputusan Pengadilan Manchester pada 6 Januari lalu.

Cegah COVID-19 di Lapas, 38.822 Napi Telah Dilepaskan

Sebelumnnya Reynhard menerima dua gelar dalam bidang sosiologi dan perencanaan dari Universitas Manchester. Dia kemudian melanjutkan studi untuk meraih gelar PhD di Universitas Leeds.

Ibu Reynhard, Normawati, sempat membesuk anaknya di Strangeways. Dia menyatakan sang anak baik-baik saja selama di penjara.


0 Komentar