Riau Terancam Karhutla di Tengah Ancaman Virus Corona
Presiden Jokowi mengenakan kemeja lengan panjang warna putih ketika meninjau pemadaman karhutla di Riau beberapa waktu lalu. (Foto: Setpres)

JAKARTA, HALUAN.CO - Di saat menghadapi ancaman wabah virus corona atau COVID-19, kini Provinsi Riau tengah dihadapkan dengan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Mengapa ini penting: Karhutla sudah menjadi bencana rutin di Riau dan di sejumlah provinsi lainnya Indonesia. Namun bencana karhutla itu tiba di saat bangsa ini sedang sibuk-sibuknya menangani pandemi COVID-19.

Konteks: Data yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebutkan ada sejumlah titik api di Riau.

Apa katanya: "BNPB memantau karhutla di sejumlah wilayah di kabupaten dan kota di Riau dengan luas lahan yang terbakar 19,8 hektar," demikian di rilis Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo, Rabu (22/4/2020).

Dimana saja lahan yang terbakar:

• Di wilayah Kabupatem Indragiri Hilir (Inhil), ada beberapa titik kebakaran hutan dan lahan terpantau.

• Lahan terbakar di Kota Dumai terdapat di Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sembilan Kota.

• Karhutla juga ditemukan di Kabupaten Bengkalis di Kecamatan Rupat, yaitu di Kelurahan Kapal Desa Darul Aman, Kelurahan Terkuk, Desa Dungun Baru dan Desa Teluk Lecah.

• Kepulauan Meranti di wilayah Desa Tanjung Gemuk dan Desa Repan. Keduanya berada di Kecamatan Rangsang.

Penanganan:

• Upaya pemadaman telah dilakukan berbagai pihak yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan dan relawan.

• Di wilayah Dumai, aktivitas pemadaman dan pendinginan berlangsung di satu titik. Pemadaman dilakukan oleh 14 personel gabungan daerah.

Kendala: Hambatan pemadaman karhutla di lapangan yakni angin kencang, cuaca panas, lokasi kebakaran yang lokasinya jauh sumber air.

Umat Islam Bersedih Tak Bisa Salat Tarawih di Masjid pada Ramadan Tahun Ini

Sementara itu, investigasi terkait penegakan hukum terhadap penyebab terjadinya kebakaran lahan dan pemiliknya masih dalam proses pihak kepolisian.


0 Komentar