Ribuan Masyarakat Bali Tumpah Ruah di Pantai, Ada Apa?
Ribuan masyarakat Bali tumpah ruah di pantai mengikuti Banyupinaruh. (Foto: Balipost)

TABANAN, HALUAN.CO – Ribuan Masyarakat Bali tumpah ruah di pantai yang ada di Pulau Dewata itu, Minggu (8/12/2019). Mereka menyambut Banyupinaruh.

Di Kabupaten Tabanan saja misalnya, terlihat ribuan warga memadati sejumlah areal pantai yang ada di wilayah itu, seperti Tanah Lot dan Kedungu di Kecamatan Kediri, Kelating, Kerambitan dan Yeh Gangga, Tabanan.

Pantai ini menjadi prioritas yang dikunjungi warga Tabanan saat upacara Banyupinaruh. Warga datang dari pukul 06.00 Wita.

Selain ombak yang tenang, jarak yang dekat menyebabkan kedua pantai ini menjadi tujuan favorit. Bahkan di Kelating, digelar Melukat Massal Banyupinaruh dan Baruna Astawa.

Petugas pengamanan yang sengaja diterjunkan dari pihak kepolisian serta lifeguard (petugas pantai) nampak bersiaga. Seperti yang tampak di Pantai Yeh Gangga Tabanan, Pantai Kedungu, Kediri dan Pantai Kelating Kerambitan.

Banyupinaruh merupakan upacara umat Hindu di Bali. Banyupinaruh berasal dari kata Banyu berarti air dan pinaruh artinya pengetahuan.

Secara filosofi artinys membersihkan atau menyucikan diri dengan air ilmu pengetahuan, karena memang pikiran yang kotor atau kegelapan hanya bisa dibersihkan dengan pengetahuan suci.

Banyupinaruh sendiri bertujuan memohon anugerah kepada Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan dan penglukatan Baruna Astawa memohon anugerah Ida Hyang Baruna sebagai penjaga tirtha Amerta demi kehidupan ke depan.