Ridwan Kamil Perpanjang PSBB Bogor, Depok, Bekasi Dua Pekan Lagi

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (FOTO: Dok. Humas Pemprov Jabar).

-

AA

+

Ridwan Kamil Perpanjang PSBB Bogor, Depok, Bekasi Dua Pekan Lagi

Regional | Jakarta

Senin, 27 April 2020 23:03 WIB


BANDUNG, HALUAN.CO - Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil, memastikan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, serta Kota dan Kabupaten Bekasi (Bodebek) akan diperpanjang dua pekan lagi atau 14 hari mulai Rabu (29/4/2020). 

Mengapa ini penting: Penerapan PSBB di kawasan Bodebek, Jawa Barat, dianggap berhasil untuk menekan penyebaran virus corona atau COVID-19. Hal itu terbukti dengan penurunan tren persebaran penularan COVID-19 di tiga wilayah tersebut.

"PSBB Bodebek akan diperpanjang 14 hari ke depan mulai Rabu besok, sudah diputuskan," kata Ridwan Kamil di Bandung, Senin (27/2/2020).

Konteks: Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, serta Kota dan Kabupaten Bekasi (Bodebek) telah menerapkan PSBB sejak 15 April lalu. Tiga wilayah itu menerapkan PSBB untuk mengikuti langkah Provinsi DKI Jakarta.

Masih ada kenaikan kasus di Kota dan Kabupaten Bekasi:

• Meski mengalami tren penurunan, namun masih terdapat kenaikan kasus di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Hal itu menjadi salah satu alasan perlunya perpanjangan masa PSBB Bodebek.

• Secara umum, terjadi penurunan kasus COVID-19 hingga 38,5 persen di PSBB Jabodetabek.

"Artinya PSBB dianggap baik dan berhasil menekan persebaran COVID-19," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut.

Evaluasi PSBB Bandung Raya:

• Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan mengevaluasi PSBB Bandung Raya yang hingga Senin (27/4/2020) baru memasuki hari keenam.

• Status perpanjangan PSBB Bandung Raya akan diputuskan minggu depan.

Penerapan PSBB Berhasil Perlambat Kasus Positif COVID-19 di Jakarta

Jumlah kasus COVID-19 Jawa Barat:

• Hingga Rabu (24/7/2020) pukul 16:43 WIB, terdapat 912 kasus positif Covid-19, 93 orang sembuh, dan 77 orang meninggal dunia.

• Kemudian total ada 39.043 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan 8.935 orang masih dalam proses pemantauan serta total 4.373 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 2.049 orang masih dalam pengawasan.

"Lalu terkait penanganan kesehatan secara umum, sudah hampir 100 ribu tes masif yang kami lakukan dengan metode RDT (Rapid Diagnostic Test) hasilnya 2.000-an positif, akan kita tindak lanjuti dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction)," ujar Kang Emil.


0 Komentar