Ridwan Kamil Usul Perusahaan Diwajibkan Gelar Tes COVID-19 ke Karyawan

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kementerian Kominfo menggelar rapid test COVID-19 untuk para jurnalis. (FOTO: Haluan.co/Fajar AM)

BANDUNG, HALUAN.CO - Gubernur Jawa Barat (Jabar), M Ridwan Kamil, mengusulkan agar industri atau perusahaan bisa melaksanakan tes proaktif secara mandiri untuk seluruh karyawannya. 

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, tes COVID-19 bisa dilakukan secara Rapid Diagnostic Tes (RDT) dengan sampel darah maupun Polymerase Chain Reaction dengan sampel swab (usap).

Mengapa ini penting:

  • Sektor industri merupakan tulang punggung perekonomian di Jawa Barat. Bahkan, 60 persen industri nasional dengan mayoritas manufaktur berlokasi di provinsi dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa ini. Namun, nyaris semua sektor industri tersebut terdampak pandemi COVID-19.
  • Untuk mengatasi itu, perlu ada satu solusi agar perekonomian di Jawa Barat tetap bisa berjalan. Salah satunya mewajibkan perusahaan untuk menggelar tes COVID-19 kepada seluruh karyawannya.

"Kita perketat saja protokol kesehatannya. Salah satu usulan kami adalah Jawa Barat ingin mewajibkan perusahaan melaksanakan rapid test mandiri. Sehingga dari direktur utama sampai satpam semuanya harus bebas COVID-19 agar karyawan bisa bekerja normal," kata Kang Emil dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2020).

Konteks:

  • Ada sekitar 60 persen unit usaha di Jawa Barat mempekerjakan karyawannya secara Work From Home (WFH). Sedangkan 40 persen lainnya tidak bisa memindahkan kegiatan kerja ke rumah atau tetap beroperasi. Hal itu membuat perekonomian di Jawa Barat terganggu sehingga perlu solusi untuk mengatasi hal tersebut.
  • Hingga 5 April 2020, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jabar mencatat ada 5.047 buruh terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas COVID-19. PHK itu dilakukan oleh 1.476 perusahaan atau industri. Selain itu, tercatat 34.365 pekerja di Jabar diliburkan dan 14.053 orang dirumahkan sejak pandemi virus tersebut.

Sudah disampaikan ke pemerintah pusat: Usulan agar perusahaan diwajibkan gelar tes COVID-19 telah disampaikan kepada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui video conference di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung.

Bagaimana pelaksanaannya:

  • Aturan yang dibuat dalam penanggulangan dampak COVID-19 terhadap sektor industri tidak bisa disamakan di setiap perusahaan, karena harus melihat peta persebaran virus SARS-CoV-2 itu sendiri.
  • Bila sudah melaksanakan tes, maka perusahaan bisa melaksanakan operasional pabrik ataupun administrasi perkantoran dengan memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh organisasi kesehatan dunia, WHO.
  • Usulan juga disampaikan ke Menteri Perindustrian RI agar Kementerian Perindustrian dapat mendorong investor asing maupun perusahaan yang berasal dari luar negeri untuk turut mengadakan tes COVID-19 secara mandiri.

"Sehingga salah satu usul saya, (kegiatan) industri bisa saja tidak usah dibatasi. Karena kalau dibatasi di Jabar artinya yang dirumahkan akan sangat besar (jumlahnya)," kata Kang Emil.

Tanggapan pemerintah pusat: Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut baik usulan Kang Emil. Ia akan menyampaikan kepada para industri agar mereka melakukan tes, paling tidak rapid test dan harus difasilitasi industri itu sendiri.

"Ini human investment, akan kita dorong," ujarnya.

Status Bencana Nasional COVID-19 Menunjukkan Kelemahan Negara

Langkah yang sudah dilakukan pemerintah pusat:

  • Mengeluarkan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Operasional Pabrik dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019. Di surat itu memuat pedoman bagi pelaku industri dalam menjalankan kegiatan usahanya selama masa kedaruratan COVID-19. Hal itu bertujuan mendukung sektor industri agar tetep berkontribusi dalam ekonomi nasional.
  • Pemerintah pusat melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 juga telah menyiapkan anggaran untuk pemulihan ekonomi sehingga ketika pandemi COVIE-19 berakhir, sektor industri bisa pulih lebih cepat.

0 Komentar