Rokok Elektrik Terbukti Bikin Paru-paru Rusak, Ini Buktinya
Perempuan asal Maryland, Amerika Serikat, Claire Chung. (Foto: Instagram)

JAKARTA, HALUAN.CO - Upaya pemerintah Indonesia untuk melarang rokok elektrik atau Vape, patut didukung. Karena, di dunia, sudah semakin banyak korban akibat mengisap rokok elektrik tersebut.

Salah satunya, perempuan asal Maryland, Amerika Serikat (AS), Claire Chung (19 tahun). Claire harus berjuang melawan penyakit paru-parunya akibat menggunakan vape.

Berdasarkan hasil tes medis, asap dari vape hampir merusak semua jaringan paru-parunya.

Awalnya, Claire mengalami demam tinggi 40 derajat Celcius selama berminggu-minggu lamanya. Saat pagi menjelang Hari Natal, gadis ini malah harus dilarikan ke rumah sakit.

Orang tua Claire mengira anaknya hanya menderita flu biasa karena ia tidak mengalami gejala lain selain demam. Sehingga, Claire hanya mengonsumsi obat penurun demam.

Karena, demam yang Claire alami tak kunjung sembuh, ia pun menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari malaria hingga penyakit autoimun.

"Setelah menduga aku terinfeksi malaria, penyakit autoimun, dan tes-tes lainnya, mereka menduga aku menderita pneumonia yang dilihat dari hasil pemeriksaan x-ray dadaku, di area paru-paru kiri paling bawah," tulis Claire dalam unggahan di akun instigramnya.

Ratusan Vappers di Yogyakarta Rontgen Paru-paru

Hasil dari CT Scan yang dilakukan Chung mengatakan hasilnya sangat mengganggu. Paru-parunya sudah berkabut dan terdapat titik-titik putih di tengahnya.

"Aku dibawa dengan ambulan untuk dirawat di perawatan yang lebih intensif. Mereka tidak dapat menentukan apakah scan menunjukkan adanya cairan, darah, bakteri, infeksi, dll. Sehingga mereka (dokter) masih tidak bisa benar-baner mengobati penyebab gejalaku," tulisnya.

Usai menjalani banyak tes termasuk bronkoskopil, akhirnya diketahui penyebab paru-parunya rusak.

"Setelah melakukan lebih banyak tes dan bronkoskopi, akhirnya ditentukan bahwa tidak ada infeksi dan jaringan paru-paruku benar-benar hancur akibat menggunakan Juul, vape dan minyak kartrid," kata dia.

Unggahan ini ditulisnya untuk memperingati orang lain mengenai dampak dari penggunaan vape.

"Hanya karena kau tidak merasakannya bukan berarti ini tidak terjadi. Kau tidak memahami penyesalannya sampai dokter menatap wajahmu dan memberi tahu apakah mereka bisa menyelamatkan hidupmu," tukasnya.