Romi Hariyanto Siap Lockdown Tanjabtim dan Batalkan Seluruh Proyek Infrastruktur

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi Romi Hariyanyo (Foto: Tribun Jambi)

-

AA

+

Romi Hariyanto Siap Lockdown Tanjabtim dan Batalkan Seluruh Proyek Infrastruktur

Regional | Jakarta

Sabtu, 28 Maret 2020 17:40 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Menghadapi wabah virus Corona (Covid-19), Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi Romi Hariyanyo menyatakan siap mengambil langkah untuk melakukan lockdown (karantina penuh) Tanjabtim. 

Romi mengaku sudah menghitung resiko yang bakal diambilnya, termasuk masalah distribusi logistik ke seluruh warga.

"Jika memang langkah terbaik adalah lockdown, kita siap. Kita sudah hitung, kebutuhan logistik kita mencukupi untuk satu bulan kedepan,"ujar Romi Hariyanto di kediamannya, di Muarasabak, Tanjabtim, Jambi, Sabtu(28/3/20).

Jika lockdown berkepanjangan, Romi juga siap membatalkan seluruh proyek infrastruktur tahun ini demi memenuhi kebutuhan dukungan logistik bagi warganya.

Namun, soal ini Romi masih menunggu instruksi pemerintah pusat.

"Kita masih menunggu peraturan pemerintah tentang tata cara karantina untuk daerah yang saat ini kabarnya sedang disiapkan, Jika pemerintah pusat mengijinkan, kita siap melaksanakan," katanya.

"Berarti tahun ini proyek infrastruktur kita tiadakan, kita alihkan untuk dukungan logistik masyarakat. Kita hitung kebutuhan untuk penanganan sekitar 54 ribu KK dibutuhkan sekitar 110 miliar perbulan,"tegasnya.

Penularan Masih akan Terjadi karena Masih ada Kontak Fisik dan Prilaku Hidup Bersih tak Dijalankan

Romi mengaku sebagai salah satu kepala daerah yang setuju diberlakukannya lockdown. Menurut dia, kebijakan social distancing atau menjaga jarak dan tidak berdekatan sama sekali tidak ada jaminan keamanan terhadap penyebaran virus Corona ini.

Dia juga tak malu mengakui bahwa Tanjabtim tidak dalam posisi siap jika Corona mewabah di daerah itu. Karena itu, ia bersama seluruh jajaran pemerintah daerahnya sepakat mulai membatasi akses keluar masuk orang ke wilayah kabupaten Tanjabtim.

Himbauan juga sudah ia terbitkan, sejumlah rencana kegiatan Pemkab sudah dibatalkan. Bahkan sejumlah rencana resepsi pernikahan warganya juga dibatalkan.

"Saat ini kita butuh kebersamaan, kami terpaksa mengambil langkah tidak populis dengan mulai membatasi keluar masuk orang dari dan ke luar daerah, tentu ini demi melindungi warga Tanjabtim secara menyeluruh, khusus PNS kita siapkan sanksi bagi yang masih keluar dari Tanjabtim,” pungkasnya.

Penulis: Budi Harto


0 Komentar