RSPAD Minta Izin Uji Coba Plasma Konvalesen, Ini Respons KSAD

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
KSAD Jenderal Andika Perkasa. (FOTO: Antara)

-

AA

+

RSPAD Minta Izin Uji Coba Plasma Konvalesen, Ini Respons KSAD

Health | Jakarta

Kamis, 16 April 2020 21:04 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa merespons RSPAD Gatot Subroto yang meminta izin untuk melakukan penelitian uji coba pemanfaatan plasma konvalesen mantan penderita COVID-19. 

Menurut Jenderal Andika, uji coba itu harus dilakukan dengan persetujuan dari sukarelawan bersangkutan.

Mengapa ini penting: Protokol penelitian harus dijalankan dengan benar dan mendapat persetujuan dari pasien yang akan dijadikan objek penelitian uji coba pemanfaatan plasma konvalesen untuk mengobati pasien COVID-19.

"Jangan sampai dilanggar, karena saya tidak ingin ada masalah. Kode etik dan protokol harus diikuti. Persetujuan dari pasien yang akan sukarela menjadi objek percobaan juga harus diperhatikan. Tidak boleh ada tekanan, sehingga tidak ada masalah di kemudian hari," kata Andika, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/4/2020).

Konteks: RSPAD Gatot Subroto meminta izin kepada KSAD Andika untuk uji coba pemanfaatan plasma konvalesen dari mantan penderita COVID-19. Uji coba itu dilakukan RSPAD Gatot Subroto bekerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan Biofarma Bandung.

Jenderal Andika beri dukungan:

  • Sebelum usulan uji coba disampaikan ke KSAD, RSPAD Gatot Soebroto lebih dulu menyelesaikan protokol penelitian, termasuk etika penelitian, sesuai dengan standar yang berlaku yang telah disahkan oleh Komisi Etik RSPAD Gatot Soebroto.
  • RSPAD Gatot Soebroto menyampaikan permohonan izin dan persetujuan dari KSAD untuk melanjutkan penelitian tersebut dengan mengambil beberapa sampel dari pasien-pasien yang pernah terpapar COVID-19.
  • Pada prinsipnya, Jenderal Andika mendukung penelitian tersebut agar Indonesia bisa menemukan solusi dalam menghadapi pandemi COVID-19. Namun, Andika ingin fokus pada keselamatan relawan yang menjadi bahan eksperimen penelitian.

"Saya keras lo untuk itu. Bila perlu persetujuan keluarga, lakukan. Jangan main gampang. Ini menyangkut kredibilitas dokter RSPAD, kredibilitas RSPAD sendiri, juga kredibilitas Angkatan Darat," tegas Andika.

Sifilis: Globalisasi Wabah

Apa itu plasma konvalesen:

  • Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio, menjelaskan, plasma konvalesen didapatkan dari darah orang yang sembuh dari COVID-19.
  • Setelah pasien sembuh selama beberapa minggu, kemudian plasma konvalesen itu diambil dari darahnya dan diberikan kepada orang yang sedang sakit dengan cara disuntikkan ke aliran darah pasien yang masih menderita COVID-19.
  • Metode yang sama juga sudah banyak dipraktikkan beberapa negara lain, dan diduga bisa mengobati COVID-19.

0 Komentar