Ruangguru Kantongi Rp200 Miliar Gelombang Pertama Kartu Prakerja

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi (Foto: Prakerja.go.id)

-

AA

+

Ruangguru Kantongi Rp200 Miliar Gelombang Pertama Kartu Prakerja

Ekonomi | Jakarta

Minggu, 19 April 2020 09:28 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan peserta Kartu Prakerja gelombang pertama sebanyak 200 ribu orang.

Karena pelaksanaan program itu di tengah wabah corona saat ini, pemerintah menggandeng aplikator Ruangguru, perusahaan penyedia layanan pendidikan berbasis teknologi. Salah satu pendiri perusahaan aplikator itu adalah Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi, Adamas Belva Syah Devara.

Jenis pelatihan yang tersedia di dalam media online ataupun digital, itu ada 2.055 pelatihan di mana disediakan 198 lembaga melalui delapan platform yang menjadi mitra Kartu Prakerja.

Apa itu Kartu Prakerja:

• Adalah program pelatihan dan pembinaan bagi warga yang belum memiliki keterampilan. Program ini juga dinyatakan dapat menanggulangi kemiskinan dam efektif untuk Industri 4.0.

• Kartu Prakerja 2020 ini lebih awal di bulan April 2020 mengingat berdampak dalam menghadapi pandemi virus corona yang besar terhadap perekonomian Indonesia.

• Tahun ini pemerintah sediakan Rp20 triliun untuk program tersebut. Karena dalam bencana wabah, anggaran tersebut digunakan untuk pelatihan secara daring Rp5,6 triliun.

Apa yang didapatkan peserta:

• Setiap penerima Kartu Prakerja mendapatkan paket manfaat total senilai Rp3.550.000.

• Uang itu dipotong Rp1 juta untuk membeli paket pelatihan di mitra platform digital yang disediakan aplikasi Ruangguru. Jika peserta 200.000 orang, maka Ruangguru menggaruk keuntungan Rp200 miliar. Ini baru untuk gelombang pertama.

• Kemudian uang paket itu dipotong lagi sebesar Rp150 ribu yang menurut Airlangga sebagai biaya survei evaluasi.

• Jadi uang yang diterima peserta Rp2,4 juta. Uang itupun pecairannya dicicil selama 4 bulan dengan tiap bulannya Rp600 ribu.

“Uang insentif ini diharapkan dapat menjadi jaring pengaman sosial yang meringankan beban, silahkan digunakan sebaiknya,” kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, di Gedung BNPB, Selasa (14/4/2020).

Mengapa Ruangguru: Staf Khuhus Milenial Presiden Jokowi Adamas Belva Syah Devara, salah satu pendiri aplikotor itu melalui Twitter pribadinya @AdamasBelva, mengklarifikasi atas penunjukan perusahaannya sebagai salah satu mitra program pelatihan online dalam program Kartu Prakerja tersebut.

Dirinya mengaku sama sekali tidak ikut dalam pengambilan keputusan apapun terkait program tersebut, termasuk terkait mekanisme teknis pelaksanaan, besaran anggaran, serta proses pemilihan.

Adapun proses pemilihan dijelaskan dia dilakukan oleh Kemenko Perekonomian dan Manajemen Pelaksana (PMO).

Pandangan lain: Anggota Komisi IX DPR Anas Thahir, RI Fraksi PPP, Jumat (17/4/2020) meminta pemerintah meninjau ulang pelatihan daring program Kartu Prakerja karena rakyat tidak membutuhkan pelatihan di tengah wabah virus corona saat ini, tapi bantuan tunai untuk bertahan hidup.

Anggota Komisi IX DPR RI dari PAN Saleh Partaonan Daulay menilai peluncuran Kartu Prakerja di tengah situasi penyebaran virus corona menyisakan beberapa masalah. Sebaiknya program ini dipindakan saja menjadi program bantuan sosial. Dengan begitu, target sasarannya bisa lebih luas.

Sebanyak 1,9 Juta Pekerja di Indonesia Kena PHK Akibat COVID-19

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira menilai pelatihan online sebagai persyaratan mendapatkan bantuan uang dari Kartu Prakerja tidak penting lagi dalam situasi pandemik seperti saat ini.

Kalau Kartu Prakerja masih dipaksakan dengan pelatihan model online tidak akan dapat menyelesaikan permasalahan daya beli dan menyelesaikan masalah orang di-PHK.

Bhima Yudhistira menyarankan agar pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat terdampak COVID-19 tanpa harus boros anggaran dengan birokrasi yang kompleks dan disinyalir tidak tepat sasaran.

"Mereka lebih membutuhkan bantuan langsung tunai atau cash transfer, bantuan sembako dibandingkan harus ikut pelatihan," kata Bhima dalam diskusi virtual bertajuk 'Mencegah PHK Massal Menyelamatkan Ekonomi Nasional' melalui telekonferensi, Jumat (17/4/2020).


0 Komentar