Sadis, Duterte Perintahkan Tembak Mati yang Langgar Aturan Locdown

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: Istimewa)

-

AA

+

Sadis, Duterte Perintahkan Tembak Mati yang Langgar Aturan Locdown

International | Jakarta

Kamis, 02 April 2020 14:22 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO – Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan aparat kepolisian dan tentara untuk menembak mati warga yang menggelar unjuk rasa selama karantina wilayah (lockdown). 

Keputusan keras itu disampaikan Duterte, setelah sekitar 150 masyarakat kurang mampu diperkotaan, didukung kelompok kiri Kadamay, menggelar demonstrasi menutunt pemerataan distribusi bantuan makanan di Quezon City.

"Saya perintahkan kepada polisi dan militer, jika ada konflik dan membahayakan hidup Anda, tembak mati,” ujar Duterte, kutip The Philstar, Kamis (2/4/2020).

Raja Thailand Menyewa 1 Hotel Mewah untuk Isolasi Diri dengan 20 Pelayan Wanita

Rabu (1/4/2020) pagi, para demonstran yang berasal dari permukiman di Sitio San Roque berbondong- bondong ke Barangay Bagong Pag-asa. Alasan mereka demo, karena belum menerima bantuan makanan dan keuangan sejak kebijakan lockdown berlaku pada 17 Maret. Polisi membubarkan unjuk rasa itu dan menangkap beberapa orang.

Duterte memastikan, pemerintahannya tak akan membiarkan pelanggar hukum.

Sebab itu, Duterte menegaskan, tidak akan ragu menembak mati para pengunjuk rasa yang melanggar aturan lockdwon.

"Saya tidak akan ragu tentara saya untuk menembak Anda. Saya tidak akan ragu untuk memerintahkan polisi untuk menangkap dan menahan Anda," ujar Duterte.


0 Komentar