Sambil Oral Sesama Pria, Ternyata Dibikin Film oleh Reynhard Sinaga Calon Doktor

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi Reynhard Sinaga. (Foto: Jambi Expres)

JAKARTA, HALUAN.CO - Reynhard Sinaga (36), pelaku pemerkosaan terhadap 48 pria bersikukuh tidak membius korban saat melakukan aksi bejatnya.

Hal itu diungkapkan Reynhald di persidangan yang berlangsung dalam empat tahap, mulai Juni 2018 dan tiga tahap pada 2019. Namun, Pengadilan Manchester baru mengizinkan pemberitaan setelah hukuman dijatuhkan untuk sidang tahap tiga dan empat pada Senin (6/1/2020), dilansir dari BBC News.

Kilah Reynhard Sinaga, Sodomi Dilakukannya Atas Suka Sama Suka

Reynhard yang datang ke Inggris dengan visa mahasiswa pada 2007 itu, menyanggah telah membius korban dan tetap bersikukuh bahwa yang terjadi adalah hubungan seksual suka sama suka.

Dalam aksinya, Reynhard membuat film pendek. Kendati, semua film, dengan durasi berjam-jam, yang merupakan hasil rekamannya sendiri, menunjukkan para korban pria tampak tak berdaya dan sebagian terdengar tidur mendengkur saat Reynhard melakukan aksi sodomi.

Reynhard, yang memperoleh gelar sarjana dari fakultas teknik jurusan arsitektur di Indonesia pada 2006, juga bersikukuh bahwa para pria itu berpura-pura tak bergerak sedikit pun. Dan, mereka telah setuju untuk terlibat dalam permainan "fantasi seksualnya".

Perilaku Predator

Kepolisian mencurigai obat bius yang digunakan Reynhard adalah -gamma hydroxybutyrate (GHB). Obat jenis ini dapat membuat korban tak sadarkan diri dan tertidur berjam-jam.

Pakar forensik dan toksikologi yang dihadirkan di pengadilan, Dr Simon Elliott, menjelaskan, selain memiliki efek membuat korban tak ingat dan tertidur pulas, juga mengendorkan tubuh. Kondisi tubuh yang kendor memudahkan perkosaan melalui anus.

Dalam persidangan, Reynhard juga menyatakan bahwa para korban pria yang mendekatinya dan bukan dia yang mencari sasaran di area seputar tempat tinggalnya.

Namun, dalam rekaman CCTV yang diperoleh polisi, Reynhard terlihat sering keluar apartemennya lewat tengah malam dan dalam satu kesempatan, ia kembali dengan seorang pria muda hanya dalam waktu 60 detik.

Polisi menyebut Reynhard memiliki "perilaku predator".

Diketahui, sidang Reynhard Sinaga berlangsung selama empat tahap sejak Juni 2018 dengan korban 48 orang pria.

Namun kepolisian Manchester mengatakan korban dapat mencapai 190 pria, termasuk 48 orang yang telah dihadirkan sebagai saksi di pengadilan.

Polisi mengatakan korban dapat lebih banyak lagi karena Reynhard kemungkinan telah melakukan aksinya bahkan sebelum ia tinggal di apartemen di pusat kota Manchester pada 2011.

Perkosa 48 Pria di Inggris, WNI Reynhard Sinaga Divonis Penjara Seumur Hidup

Polisi mengungkap para korban perkosaan ini melalui dua telepon genggam milik Reynhard yang disita, yang berisi rekaman film berjam-jam.

Satu telepon digunakan untuk merekam tindak perkosaan dari jarak jauh dan satu dari jarak dekat dan dilakukan di apartemennya. Sebagian besar di lantai di kamar tidur dan ada juga di lantai ruang tamu.

Sejauh ini, menurut aparat kepolisian, masih ada sekitar 70 korban yang belum diidentifikasi. Stigma dan depresi menjadi korban perkosaan pria, merupakan salah satu faktor yang menyulitkan identifikasi korban.

Sebagian korban bahkan belum memberitahukan keluarga dekat atau pun teman. Sebagian korban juga menolak untuk melihat film perkosaan yang direkam Reynhard.

Kepolisian Manchester Raya menyatakan dari 48 korban yang kasusnya telah disidangkan, 45 di antaranya adalah heteroseksual dan tiga homoseksual. Dari puluhan korban ini, 26 orang adalah pelajar.

Reynhard sendiri datang ke Inggris dengan visa mahasiswa pada 2007 dan memperoleh dua gelar magister di Manchester dan tengah mengambil gelar doktor dari Universitas Leeds saat ditangkap pada 2017.

Reynhard ditangkap pada Juni 2017 saat seorang korban yang telah diperkosa terbangun, dan langsung memukulnya sebelum kemudian korban ini menelepon polisi.

Dalam pernyataan kepada polisi, para korban perkosaan Reynhard ini juga menyatakan harapan agar Reynhard mendapat ganjaran seberat mungkin.

"Tak ada hukuman penjara yang setimpal dengan apa yang telah ia lakukan terhadap saya," kata seorang korban.

"Saya harap dia tidak pernah akan keluar dari penjara dan dia membusuk di neraka," kata korban lainnya.

Banyak korban yang mengatakan tindak perkosaan yang mereka alami menyebabkan mereka depresi dan sulit bangkit untuk menghadapi hidup.

"Saya ingin Sinaga mendapat ganjaran hukuman penjara selamanya karena perbuatan itu menyebabkan dampak besar. Tak hanya hidup saya namun juga teman-teman dan keluarga serta para korban lain," kata salah seorang korban.

Korban lain mengatakan, "Pelaku kejahatan telah mengambil satu bagian dari hidup saya yang tak mungkin saya peroleh kembali, dan dia pantas mendapatkan hukuman terberat."

Pernyataan yang dikutip polisi ini berasal dari korban-korban yang berbeda.

"Saya tidak pernah mengalami pengalaman seburuk ini dalam hidup saya dan saya tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Saya didiagnosis mengalami depresi parah dan diberi obat antidepresi. Saya juga mulai mengikuti konseling," cerita salah seorang korban.

"Serangan ini memiliki dampak serius terhdap kesehatan jiwa saya dan aspek hubungan sosial saya," kata yang lain.

Kepolisian Manchester menyediakan unit bantuan untuk para korban perkosaan ini.

Seorang korban mengatakan, "Saya sadar saya telah mendapatkan bantuan yang saya perlukan selama saya membutuhkannya. Saya ingin berterima kasih kepada polisi, mereka sangat membantu saya."

Sementara salah seorang korban lainnya mengatakan, "Saya mendapatkan bantuan dari ISVA (Penasehat independent untuk Kekerasan Seksual/Independent Sexual Violence Advisor) dari St Mary's (Rumah sakit di Manchester) dan saya tidak dapat melalui ini tanpa bantuan itu. Ada saat di mana saya tak bisa bangkit dan menghadapi kenyataan ini."


0 Komentar