Samsung Galaxy Fold Lebih Mahal Ketimbang Mobil Bekas
Samsung Galaxy Fold. (Foto: BBC.com)

JAKARTA, HALUAN.CO - Samsung Galaxy Fold akhirnya resmi dipasarkan di Indonesia, mulai hari ini 13 Desember 2019. Harganya Rp 30,8 juta.

Jika ditelisik lebih jauh, harga produk terbaru smartphone ini lebih mahal ketimbang harga jual mobil-mobil bekas, seperti Toyota, Suzuki, Mazda keluaran tahun '90-an, yang dibanderol dengan harga 20-25 juta rupiah.

Bahkan, harga jualnya sedikit lebih murah dari harga motor Yamaha N-Max yang berkisar di harga 32-35 juta rupiah.

Sebelum diluncurkan di Tanah Air, pre-order mulai dilakukan sejak 26 November melalui situs www.galaxylaunchpack.com.

"Samsung Galaxy Fold dirancang untuk konsumen dengan mobilitas dan melakukan multitasking yang tinggi. Kami sangat senang dan mengapresiasi animo masyarakat yang begitu tinggi atas peluncuran Samsung Galaxy Fold di Indonesia," kata Product Marketing Manager Samsung Mobile, Taufiq Furqan saat Media Session Samsung Galaxy Fold di Hotel Fairmont, Jakarta, dilansir CNN Indonesia.

Galaxy Fold memiliki layar utama saat ponsel dibuka berukuran 7,3 inci QXGA+ Dynamic AMOLED berlapis polimer yang dapat dilipat berkat teknologi Infinity Flex Display. Sedangkan layar depannya berukuran 4,6 inci HD+ Super AMOLED.

Beralih ke sisi kamera, Samsung menyematkan enam kamera (hexa camera) yang terdiri dari tiga kamera belakang dEngan sensor kamera 16MP+12MP+12MP, dua kamera di bagian dalam 10MP+8MP, dan satu di bagian depan ponsel sebesar 10MP.

Ponsel lipat pertama Samsung ini ditenagai prosesor Qualcomm Snapdragon 855 7nm 64-bit Octa-core generasi terbaru. Kapasitas memori RAM 12GB+512GB serta baterai 4.380 mAh dan didukung teknologi pengisian cepat.

Perusahaan menyediakan fasilitas premier service, yang meliputi garansi penggantian layar sebanyak 1 kali dalam satu tahun. Dengan program ini konsumen cukup membayar klaim sebesar Rp2 juta.

"Jika dijual terpisah, harga layar Rp9 juta," ucap Taufiq.

Samsung Galaxy Fold memiliki sejumlah fitur unggulan seperti Multi-Active Window dan transisi tampilan yang intuitif.

Menyoal fitur Multi-Active Window, pengguna dapat menjalankan tiga aplikasi secara bersamaan pada layar utama.

"Dengan fitur ini, pengguna dapat menonton video, mengirim pesan, dan menyelesaikan pekerjaan pada saat yang bersamaan," tutur Taufiq.

Sementara transisi tampilan yang intuitif maksudnya, saat pengguna membuka atau menutup layar ponsel, aplikasi akan secara otomatis berpindah ke layar yang pengguna gunakan.

"Misal, Anda tengah menjalankan fitur kamera atau ingin melihat hasil gambar jepretan lebih jelas, Anda dapat membuka layar Galaxy Fold untuk tampilan yang lebih besar," pungkas Taufiq.

Penulis: Sutrisno Z