Sandi: Milenial Jangan Santai, dalam Pusaran Krisis Selalu Ada Peluang!

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Sandiaga Uno. (Foto: Instagram)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pengusaha Sandiaga Uno mengingatkan dampak besar dan negatif wabah virus corona terhadap ekonomi. Sudah bisa dilihat dari banyaknya bursa dengan indikator merah, melemahnya rupiah, adanya setop trading atau trading halt dan lain sebagainya. 

"Perhatian saya bukan tertuju pada sektor keuangan saja, tapi justru pada sektor riil atau UMKM. Perlu membangun daya tahan UMKM dengan paket-paket penyelamatan. Kita bukan bicara mengenai stimulus, tapi penyelamatan," ujarnya melalui akun instagramnya @sandiuno, Juma (27/3/2020).

Menurutnya, meski pemerintah sudah mengumumkan 9 kebijakan, tapi harus dipastikan bahwa implementasinya efektif. Katanya, sudah ada Rp158 triliun yang dialokasikan untuk menangani Covid-19, tapi ini belum sampai ke kantong masyarakat.

"Terutama untuk Jakarta dan beberapa kota lainnya yang sudah melakukan parsial lockdown, maka dana yang digelontorkan sudah harus langsung untuk masyarakat kelas ekonomi ke bawah dalam bentuk bantuan langsung tunai. Begitu juga UMKM yang walaupun memiliki daya tahan tinggi, tapi tetap harus dibantu imunitasnya," ujarnya.

Dikatakan Sandi, Covid-19 adalah sebuah krisis kemanusiaan secara global. Perlu kerja sama yang erat antara semua negara dan stakeholders. Dengan kata lain, ujian Covid-19 merupakan bentuk peningkatan imunitas kita dalam persatuan sesama umat manusia, terutama sebangsa dan setanah air.

Dari program Ok Oce yang didirikannya, Sandi mengaku sudah membuat gerakan kecil bersama untuk membantu tulang punggung keluarga khususnya yang terkena virus corona. Jangan sampai semua beban diserahkan kepada pemerintah. Masyarakat dan dunia usaha juga harus ikut membantu.

"Menjaga sektor riil, artinya menjaga UMKM. Di balik krisis, selalu ada peluang. Saya pernah ada dalam pusaran krisis, di setiap krisis itu pasti akan berakhir. Badai pasti berlalu. Alhamdulillah, banyak hikmah dan berkah. Open your eyes, open your mind. Lihatlah sekitar kita. Peluang-peluang yang ada setelah krisis. Be a part of solution, not a part of the problem. Start or grow yourself as a entrepreneur," pesannya.

Milenial Bisa Berperan

Generasi milenial bisa mengambil peran dalam upaya menghadapi ancaman Covid-19. Salah satunya dengan membangun literasi, khususnya tentang Covid-19 dan soal apa saja yang berkaitan dengan Covid-19. Selain itu, kebijakan Work From Home (WFH) bisa dimanfaatkan para milenial untuk membuktikan kalau anak-anak muda bisa dipercaya, produktif dan layak diandalkan.

Dikatakan Sandi, generasi milenial banyak yang woles atau agak santai menyikapi ancaman Covid-19. Hal itupun diakui oleh WHO. Padahal, data terakhir di Amerika Serikat, dari hampir 70.000 kasus sejauh ini, ternyata 30 persennya merupakan 'young adult' anak muda.

Hal yang sama terjadi di Korea Selatan di mana hampir 30 persen orang yang terpapar Covid-19 adalah anak muda dengan usia 20-29 tahun. Oleh karena itu, anak muda berpotensi lebih besar untuk menularkan Covid-19 pada orang lain.

"Seandainya para milenial dan anak-anak muda ini bisa lebih sigap, tanggap, gak woles, gak nyantai melihat masalah ini, tentunya kita bisa mengurangi penularan di kalangan anak-anak milenial," kata Sandi.


0 Komentar