Sandi Uno: Corona Bukan Diskursus Kelas Sosial, Karantina Wilayah Sudah Keharusan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Sandiaga Uno. (Foto: Instagram)

-

AA

+

Sandi Uno: Corona Bukan Diskursus Kelas Sosial, Karantina Wilayah Sudah Keharusan

Nasional | Jakarta

Rabu, 01 April 2020 01:56 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Melihat perkembangan kasus Covid-19 yang makin meluas, mantan cawapres Sandiaga Uno menilai sudah saatnya pemerintah memberlakukan partial lockdown atau karantina wilayah. Karantina wilayah, katanya, bukan lagi menjadi opsi, melainkan sudah harus menjadi aksi. 

"Sejak awal, saya konsisten menyerukan kepada pemerintah untuk melakukan partial lockdown atau lebih dikenal dengan karantina wilayah. Fokusnya di zona merah penyebaran Corona," kata Sandi Uno melalui akun instagramnya, @sandiuno, Senin (30/3/2020).

Dikatakan Sandi, pandemi corona ini adalah ujian bagi setiap negara, bangsa. Selama ini, masyarakat sudah menikmati dunia tanpa batas lewat akselerasi teknologi informasi. Seringkali merasa batas-batas politik sebagai penghambat kemajuan global.

Namun sekarang, setiap negara, provinsi dan kota membangun kembali tembok-tembok pembatas. Kebijakan draconian itu awalnya dipandang sinis ketika Tiongkok menerapkan saat wabah ini menggila di negara mereka. Kebebasan harganya tidak setinggi nyawa manusia, ujarnya.

Namun, syarat kunci karantina wilayah menurutnya adalah penuhi dulu kebutuhan dasar masyarakat, terutama masyarakat yang ada di kelompok ekonomi terbawah atau masyarakat yang tidak mampu. Jika pemerintah mampu menjamin 40 pesen dari rakyat yang tidak mampu yang disebut sebagai bottom 40 persen. Maka, jangan ragukan semangat gotong royong rakyat Indonesia.

Political will pemerintah akan jadi social movement bagi masyarakat. "Kita sudah melihat bagaimana sebagian besar dari masyarakat mampu yang diberi kecukupan sudah memberikan begitu banyak sumbangsihnya," katanya.

Bukan Diskursus Sosial

Sandi menekankan, upaya menghadapi corona di Indonesia bukanlah masalah yang kaya melindungi yang miskin agar hidup wajar, dan yang miskin melindungi yang kaya agar tak tertular. Wabah ini bukanlah diskursus kelas sosial.

Bukan tugas si kaya atau si miskin, tetapi tugas pemerintah untuk melindungi segenap rakyatnya. Tak peduli miskin atau kaya - Sandiaga Uno

Nyatanya di tengah kegaduhan, masyarakat sudah bergerak dengan cara mereka masing-masing. Ada gerakan pesan makanan untuk pekerja ojek. Ada milenial yang gigih dalam upaya penyemprotan disinfektan. Sandi Uno sendiri bersama beberapa teman, komit membantu anggota masyarakat, terutama yang tulang punggung keluarganya menjadi korban corona.

Gerak cepat masyarakat dalam berkontribusi, kata Sandi, seharusnya menumbuhkan kepercayaan diri pemerintah dalam mengambil keputusan. Jakarta sebagai zona merah, terutama Jakarta Selatan yang menjadi episentrum penyebaran corona, seharusnya dijadikan contoh partial lokcdown atau karantina wilayah.

Lebih lanjut dikatakan, pandemi corona sudah menjadi perang global. Para tenaga kesehatan sebagai front terdepan, jangan dibiarkan menjadi tumbal dari ketidakpastian.

"Berikan kesempatan pada mereka untuk bertempur dengan lawan yang seimbang. Sementara pemerintah dan segenap rakyat membangun barikade untuk menghambat pergerakan musuh. Kita harus bersiap untuk perjuangan selanjutnya. Soal hitung-hitungan pertumbuhan ekonomi mungkin bisa kita negosiasikan nanti. Tapi, nyawa dan kehidupan rakyat tak ada ruang untuk perdebatan," ujar Sandi.


0 Komentar