Santri Ponpes Al-Fatah Temboro Magetan Asal Tanjabtim Diisolasi di RSUD Nurdin Hamzah

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Petugas tengah mengevakuasi santri Ponpes Al Fatah Temboro asal Tanjabtim di kediamannnya di Kelurahan Rautau Indah, Dendang Tanjabtim, Jambi (Foto: Budi Harto)

-

AA

+

Santri Ponpes Al-Fatah Temboro Magetan Asal Tanjabtim Diisolasi di RSUD Nurdin Hamzah

Regional | Jakarta

Jumat, 24 April 2020 09:34 WIB


JAMBI, HALUAN.CO - Seorang santri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi asal Pondok pesantren (Ponpes) Al-Fatah Temboro Magetan, Provinsi Jawa Timur (Jatim) diketahui positif dari hasil Rapid Test pada Kamis (23/04/2020).

Yang bersangkutan berdomisili di Kelurahan Rantau Indah, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjabtim. Santri tersebut merupakan salah satu dari 23 santri Al-Fatah Temboro Magetan, yang tiba di Tanjabtim pada tanggal 18 April 2020 lalu.

Mengapa ini penting: Para santri dari Pondok Pesantren ( Ponpes) Al Fatah Temboro, Magetan jadi sorotan karena setidaknya hingga saat ini ada temuan 75 orang positif COVID-19 ( virus corona) hasil Rapid Test.

Konteks: Penyebaran virus Corona (COVID-19) ini menjadi klaster tersendiri, yakni Klaster Temboro. Karena santri yang terpapar dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari luar negeri seperti Malaysia. Sudah banyak Santri Ponpes Al Fatah yang dinyatakan positif COVID-19 dan positif reaktif.

⦁ Gugus Tugas Jatim melakukan uji Rapit Test terhadap 200 santri Ponpes Al Fatah Temboro Magetan, Jatim. Hasilnya 31 dinyatakan positif.

⦁ Selain itu, pengajar ponpes tersebut diketahui positif COVID-19 diam-diam mudik ke Kalimantan Barat dan telah diisolasi di RS Menpawah.

Apa katanya: "Benar bahwa ada warga yang positif itu berjenis kelamin laki-laki berusia 15 tahun, datang dari pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan, Jatim," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanjabtim, Sapril, Kamis (23/4/2020).

Hasil Rapid Test: Dari hasil Rapid Test pertama yang bersangkutan dinyatakan positif. Saat ini santri tersebut telah dijemput dan diisolasi di RSUD Nurdin Hamzah Tanjabtim. Kedua orang tua bersama adiknya juga akan dilakukan Rapid Test dan dilakukan isolasi secara mandiri.

"Karena kedua orang tua dan adiknya ini telah melakukan kontak fisik, jadi kita isolasi mandiri. Apalagi yang bersangkutan tidak mengalami gejala," tutur Sapril.

Riwayat perjalanan: Santri yang yang bersangkutan berangkat dari Ponpes Al-Fatah pada Kamis 16 April 2020 menggunakan mobil bis bersama rekan-rekannya.

⦁ Setelah sampai di Paal 10 Jambi, dilanjutkan menggunakan mobil bersama rekan dan orang tua santri yang berasal dari Kecamatan Dendang berjumlah 6 orang dalam kendaraan.

⦁ Setelah sampai di Dendang pada hari Sabtu 18 April 2020, Dinkes Tanjabtim menyarankan santri untuk langsung melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

⦁ Setelah enam hari pertama, 7 santri yang di Kecamatan Dendang di Rapid Test oleh pihak Puskesmas, satu diantaranya dinyatakan positif masuk klasifikasi Orang Tanpa Gejala (OTG), dan Rapid Test kedua akan dilakukan pada 3 Mei 2020.

⦁ Rapid Test lainnya juga dilakukan telah dilaksanakan uji Rapid Test di beberapa Kecamatan, yakni di Kecamatan Geragai sebanyak 12 santri, Nipah Panjang sebanyak 2 santri dan di Kecamatan Muara Sabak Timur sebanyak 2 santri pada Rabu (22/04/2020). Rapid test kedua akan dilakukan pada 2 Mei 2020.

"Jadi hari Rabu ada sebanyak 16 santri yang di Rapid Test, dan hasilnya negatif semua. Untuk uji Rapid Test kedua akan dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2020 mendatang," tandasnya.

Masjid Al Azhar Tepis Tudingan sebagai ‘Jamaah Klaster Gowa’ Penyebar COVID-19

Bagaimana selanjutnya. "Kita akan berkoordinasi kepada Gugus Tugas provinsi untuk melakukan uji SWAB ke Pusat untuk yang positif Rapid Test. Diduga yang bersangkutan terpapar sewaktu di perjalanan dari Pulau Jawa menuju Tanjabtim," tegas Sapril.

Santri Reaktif dan Positif COVID-19:

⦁ Pengajar Ponpes Al Fatah Temboro Magetan, Jatim, seorang pria berusia 38 tahun berdasarkan uji laboratorium swab dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Pengajar ini diam-diam mudik ke kampung halamannya dan telah diisolasi di RS Mempawah, Kalimantan Barat.

⦁ Hingga saat ini sudah ada temuan 75 orang santri dinyatakan positif COVID-19 setelah pulang dari ponpes, yang berawal temuan dari Malaysia, dimana 43 santrinya di Ponpes Al Fatah dinyatakan positif. Kemudian 31 santri yang di Rapid Test Gugus Tugas Jatim dan 1 santri asal Tuban dinyatakan positif.

⦁ Temuan baru lagi, Santri asal Tanjungjabung Timur, Jambi juga dinyatakan postif reaktif dan telah diisolasi di RSUD Nurdin Hamzah.

Penulis: Budi Harto


0 Komentar