Santri Ponpes Hidayatullah Karimun Keracunan

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Santri Pondok Pesantren Hidayatullah, Karimun yang keracunan sedangan mendapat penanganan di rumah sakit. (Foto: HMG)

-

AA

+

Santri Ponpes Hidayatullah Karimun Keracunan

Regional | Jakarta

Jumat, 13 Desember 2019 18:32 WIB


KARIMUN, HALUAN.CO - Sebanyak 42 orang santri Pondok Pesantren Hidayatullah, Sememal, Kelurahan Pasirpanjang, Kecamatan Meral Barat, Karimun, Kepri mengalami keracunan, Jumat (13/12/2019).

Penyebab keracunan itu, diduga setelah mereka memakan makanan yang disumbangkan pihak dari luar selaku donatur. Peristiwa serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu.

Makanan yang berasal dari donatur itu mereka santap bersama-sama usai shalat maghrib, Kamis (12/12) kemarin. Namun, pada Jumat (13/12) tiba-tiba santri mulai mengalami pusing, muntah-muntah dan diare. Mereka langsung dibawa ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi membenarkan peristiwa dugaan keracunan yang terjadi Ponpes Hidayatullah. Menurut dia, sedikitnya 42 orang santri dibawa ke rumah sakit dan Puskesmas di Tanjungbalai Karimun. Biaya pengobatan mereka di Puskesmas dan RSUD M Sani ditanggung pemerintah.

“Dari laporan yang kami terima, ada sekitar 42 orang santri yang diduga mengalami keracunan, sebanyak 11 orang dirawat di RSUD M Sani, 2 orang dibawa ke Puskesmas Balai dan sisanya dirawat di Puskesmas Meral Barat. Mereka mengalami gejala muntah-muntah, pusing dan diare,” terang Rachmadi dikutip Haluankepri.com, jaringan Haluan Media Group (HMG) di Batam.

Diduga para santri mengalami keracunan makanan. Gejala keracunan itu seperti pusing, muntah-muntah dan diare mulai terlihat pada Jumat sekitar pukul 7 pagi.

"Kemudian secara berturut ada yang mulai merasakan hingga pukul 8 dan 10 tadi. Saat ini, kami tengah melakukan penanganan intensif dengan melakukan proses inkubasi,” jelas Rachmadi.

Menurut dia, dari pasien yang diduga mengalami keracunan makanan itu, dua orang santri mengalami kondisi yang sedikit memburuk. Kedua santri itu, satu laki-laki dan satu perempuan. Saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD M Sani. Sementara, ada diantara yang sebelumnya sempat dirawat sudah dibolehkan pulang.

Dikatakan, pihaknya juga telah mengirim sampel makanan yang dimakan santri tersebut ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam untuk mengetahui kandungan bakteri atau senyawa apa yang terkandung dalam makanan tersebut. Sebelum hasil tes keluar belum bisa dipastikan penyebab dari dugaan keracunan itu.


0 Komentar