Satu Mobil Mewah Itu Berstiker ASC, Ahmad Sahroni: Komisi III DPR akan Panggil Kapolda Jatim
Salah satu mobil mewah disita Polda Jatim. (Foto: Ist)

SURABAYA, HALUAN.CO - Salah satu supercar atau mobil mewah yang disita Polda Jawa Timur (Jatim) berstikerkan ASC (Ahmad Sahroni Center). Publik menduga, mobil Lamborghini Aventador itu Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR.

Sementara itu, Ahmad Sahroni merasa geram dengan penyitaan mobil-mobil mewah itu oleh Polda Jatim dan akan memanggil Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan ke DPR.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera adanya stiker ASC di mobil tersebut belum tentu pemiliknya Ahmad Sahroni.

Pencantuman stiker ASC tersebut kemungkinan hanya menunjukkan sebuah komunitas atau asosiasi bukan kepemilikan. “Ini masih dalam penyelidikan,” ujar Barung, Rabu (18/12/2019), dilansir Beritajatim.


Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Gidion Arif Setiawan menegaskan meski pemilik mobil tersebut menunjukkan Form A, tapi itu bukan bukti kepemilikan.

“Tapi (Form A) itu bukan (bukti) kepemilikan, karena belum menunjukkan siapa pemilik, tapi ke (bukti) dealer,” ujar Gidion Arif menjelaskan.

BACA JUGA: Lima Mobil Mewah Dikandangkan Polda Jatim Tak Terdaftar di ERI Polri

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni dilansir Jatimnow, menilai Polda Jatim telah melakukan kesewenang-wenangan menyita mobil mewah itu.

Karena kata dia, Komisi III DPR RI akan memanggil Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan untuk klarifikasi atas penyitaan mobil mewah itu.

"Kita akan panggil. Kita klarifikasi tentang apa yang dilakukan Polda Jatim. Kita tidak mengatakan ada dugaan, tapi Kapolda Jatim melakukan kesewenang-wenangan," tegas Ahmad Sahroni, Rabu (18/12/2019).

Sahroni yang juga Presiden Tesla Club Indonesia ini menegaskan, ada kesewenang-wenangan yang dilakukan Polda Jatim yang melakukan penyitaan terhadap supercar.

"Faktanya jelas terjadi kesewenang-wenangan. Katanya bodong, tapi ada yang dikembalikan. Ada buktinya dan ada surat-surat kendaraannya, tapi tetap ditangkapi. Mobil lagi dicat di bengkel, ada surat-suratnya, tapi tetap ditangkapi. Ini sudah jelas salah tangkap dan juga membuat khawatir para pemilik bengkel," jelasnya.

Sahroni yang juga Presiden Brotherhood Club Indonesia ini menambahkan, dirinya akan mengapresiasi apa yang dilakukan Kapolda Jatim, apabila melakukannya dengan cara sesuai aturan hukum.

"Kapolda harusnya menelisik dulu mobil supercar yang ada di wilayah Jawa Timur. Kan semua tahu, supercar di Surabaya sedikit, tidak banyak. Karena sedikit, kan gampang untuk dikonfirmasi kebenarannya," tuturnya.

Sementara itu pemilik mobil mewah itu akan malakukan langkah hukum dengan memperkarakan Polda Jatim.

"Kita masih mengumpulkan bukti-bukti dan analisa hukum. Secepatnya kita akan mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya," ujar Aga Khan, kuasa hukum dari dua pemilik supercar, Rabu (18/12/2019).

Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Jatim menyita 14 mobil mewah sejak Jumat, 13 Desember 2019 lalu.

Satu mobil merek Porsche sudah diambil pemiliknya setelah menunjukkan bukti kepemilikan dan bayar pajak.

Sementara lima mobil mewah lainnya teridentifikasi belum terdaftar di ERI Korlantas Polri. Sisanya masih dalam pengecekan fisik, di antaranya nomor rangka dan mesin.