Sebanyak 1,9 Juta Pekerja di Indonesia Kena PHK Akibat COVID-19

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Ilustrasi para pekerja pabrik di Boyolali, Jawa Tengah, yang sedang berjalan di sekitar lokasi pabrik pada jam istirahat. (FOTO: Antara).

-

AA

+

Sebanyak 1,9 Juta Pekerja di Indonesia Kena PHK Akibat COVID-19

Ekonomi | Jakarta

Sabtu, 18 April 2020 19:30 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 1.943.916 orang pekerja di Indonesia dirumahkan atau menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi virus corona atau COVID-19. 

Angka itu merupakan catatan yang ada dalam data Kemenaker hingga Kamis (16/4/2020).

Mengapa ini penting: Pandemi COVID-19 membuat para pengusaha kewalahan untuk mempertahankan para karyawan. Pasalnya, banyak perusahaan yang terpaksa menutup operasionalnya karena kesulitan untuk melanjutkan proses usahanya. Namun, diharapkan langkah PHK karyawan adalah jalan terakhir para pengusaha tersebut.

"Saya berharap memang PHK benar-benar sebagai jalan terakhir," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Konteks: Menurut data sampai dengan Kamis (16/4/2020), terdapat 1.500.156 pekerja sektor formal dari 83.546 perusahaan yang dirumahkan atau terkena PHK. Sementara itu, pemerintah mencatat 443.760 pekerja sektor informal dari 30.794 perusahaan yang terkena dampak tidak langsung dari COVID-19.

Pengusaha diminta menyiasati:

  • Pengusaha diharapkan menjadikan langkah PHK sebagai jalan terakhir dan bisa melakukan beberapa langkah untuk menyiasati dampak ekonomi yang muncul akibat penyebaran COVID-19 di Indonesia.
  • Beberapa langkah itu misalnya dengan mengurangi shift dan jam kerja atau memberlakukan sistem pergantian hari kerja sebagai pilihan lain untuk perusahaan bertahan.

Pemerintah siapkan Kartu Prakerja:

  • Pemerintah berusaha untuk membantu para pekerja dengan salah satunya meluncurkan Kartu Prakerja, yang menyasar secara khusus pekerja terdampak COVID-19.
  • Skema Kartu Prakerja pun disesuaikan dengan kondisi saat ini. Tidak hanya memberikan pelatihan kemampuan yang dibutuhkan industri tapi juga terdapat insentif sebagai bentuk jaring pengaman sosial.

"Saya berharap teman-teman yang dirumahkan atau di-PHK memanfaatkan program Kartu Prakerja," kata Menaker Ida.

Sejumlah Destinasi Wisata Jabar Tutup, Puluhan Ribu Pekerja Terancam Nganggur

Sudah 5,7 juta orang daftar:

  • Kartu Prakerja resmi membuka pendaftaran gelombang pertama pada Sabtu (11/4/2020) dan peserta yang berhasil lulus diumumkan pada hari ini, Jumat (17/4/2020) dan diklaim sudah 5,7 juta orang mendaftar dengan 3,1 juta peserta dalam status terverifikasi.
  • Pemerintah berencana menaikkan kapasitas peserta Kartu Prakerja dari 164 ribu orang menjadi 200 ribu orang karena melihat antusiasme masyarakat dalam pendaftaran gelombang pertama.

0 Komentar