Sebelum Pindah, Kapolda Sumut Berharap Bisa Mengungkap Kasus Kematian Hakim Jamaluddin

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto. (Foto: Tribun Medan)

MEDAN, HALUAN.CO - Sebelum menduduki jabatan baru sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Mabes Polri, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto berharap kasus kematian hakim PN Medan Jamaluddin (55) terungkap.

"Saya mohon doa restu kepada rekan-rekan media. Mudah-mudahan kasus ini bisa terungkap sebelum saya pikir pindah," harap Agus Andrianto kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Senin (9/12/2019).

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan Surat Telegram nomor ST/3229/XII/KEP/2019 tertanggal 6 Desember 2019.

Dalam Surat Telegram Kapolri itu, Irjen Pol Agus Andrianto diangkat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri.

Lebih lanjut Agus Andrianto mengungkapkan, kasus kematian Jamaluddin itu tidak kaitannya dengan perkara atau kasus hukum yang ditangani korban.

"Yang jelas kasus ini tidak ada kaitan dengan kasus hukum yang ditangani korban," tegas Agus Andrianto.

Seperti dilansir dari pemberiaan media, hakim Jamaluddin ditemukan tewas di kebun sawit milik masyarakat, di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11/2019) lalu.

Pada saat ditemukan korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua dengan kondisi tidak bernyawa lagi dengan posisi miring dengan wajah mengarah ke bagian depan.

Petugas yang mendapatkan informasi tersebut langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan selanjutnya di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan yang berada di Jalan Wahid Hasyim Medan.


0 Komentar