Sejak Salat Jumat Ditiadakan, Masjid Kesulitan Bayar Gaji Marbot

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Kotak infak (Foto: Ist)

-

AA

+

Sejak Salat Jumat Ditiadakan, Masjid Kesulitan Bayar Gaji Marbot

Nasional | Jakarta

Sabtu, 11 April 2020 15:30 WIB


JAKARTA, HALUAN.CO - Sejak salat Jumat ditiadakan, pengurus masjid mengeluhkan sulitnya mendapatkan dana untuk biaya operasional, terutama untuk membayar gaji marbot dan listrik.

Mengapa ini penting: Karena sumber pemasukan dana masjid, terutama masjid-masjid kecil adalah dari infak saat salat Jumat.

Konteks:

• Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.

• Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona.

Apa yang terjadi:

Dampaknya sangat terasa dalam pemasukan dana bagi masjid yang selama ini mengutama dari kota infak salat Jumat.

Seperti salah satu masjid di komplek perumahan sederhana di Kota Bekasi. Pihak DKM sudah kesulitan untuk menutupi gaji marbot dan bayar listrik.

Apa katanya: "Kita sudah empat kali tidak melakukan salat di sini. Sumber dana utama kita dari kotak infak Jumat. Sekarang kita kesulitan untuk menutupi gaji marbot dan bayar listrik," kata salah seorang pengurus masjid itu yang tidak mau disebutkan namanya," Sabtu (11/4/2020).

Bagaimana dengan masjid lain:

Keluhan serupa juga dilontarkan Dewan Pengurus Masjid Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Sejak salat Jumat diganti dengan salat Zuhur di rumah masing-masing berdampak terhadap sumber pemasukan masjid. Pemasukan paling besar diperoleh dari jemaah yang melaksanakan salat Jumat.

"Kami berharap pemerintah bisa memberikan keringanan terkait pembayaran air dan listrik bagi setiap rumah ibadah, khususnya masjid dan musala," kata Ketua Dewan Pengurus Masjid Kotim Fauzan Nurdin, Senin lalu.

Tanggapa anggota DPR:

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengakui bahwa telah menerima keluhan dari beberapa pengurus masjid. Mereka mulai kesulitan membiayai pembayaran biaya listrik bulanan sejak salat Jumat ditiadakan. Masjid tidak mendapat pemasukan berupa infak dari jemaah sebagaimana hari biasanya.

Virus Corona Bisa Menyerang Otak?

"Saya minta PLN menggratiskan pembayaran tarif listrik bagi rumah ibadah. Pemerintah jangan hanya mengalokasikan insentif bagi dunia usaha tapi harus memikirkan juga keperluan pengelola rumah ibadah selama masa darurat Corona,” kata Mulyanto, Kamis (9/4/2020).


0 Komentar