Sejumlah Artis Diduga Terlibat Investasi Bodong Beromzet Rp750 Miliar
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan bersama uang tunai Rp50 miliar yang disita dari perusahaan investasi bodong. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, HALUAN.CO - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim terus mengembangkan kasus dugaan investasi bodong beromzet Rp750 miliar. Bahkan dalam pengembangan kasus tersebut, polisi akan memanggil sejumlah artis atau publik figur yang diduga terlibat dalam investasi bodong tersebut.

"Ada penyanyi, ada artis dan ada publik figur yang orangnya dikenal secara umum. Minggu ini akan kita panggil," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Gideon Arief Setyawan ketika meninjau barang bukti hasil sitaan kasus investasi bodong di gudang barang bukti Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Senin (6/1/2020).

Menurut Gideon, para artis atau publik figur tersebut diduga ada yang menerima hasil dari investasi bodong tersebut, baik dalam bentuk reward, hadiah atau top up atau member.

"Ada yang menerima aliran dana dari hasil skema bisnisnya. Ada yang menerima reward atau hadiah karena sudah membantu mempublikasikannya. Ada yang top up atau member," ujarnya dikutip Jatimnow.


Sebelumnya, Tim Satgas Waspada Investasi, Ditreskrimsus Polda Jawa Timur membongkar dugaan investasi bodong yang beromzet hampir Rp750 miliar. Pengungkapan itu berawal dari patroli siber dan kerjasama dengan Otoritas jasa keuangan (OJK).

Perusahan investasi bodong itu sudah memiliki 264 ribu member selama 8 bulan operasi dengan nilai omzet hampir Rp750 miliar. Pihak Polda Jatimtelah melakukan penahanan dan menetapkan dua orang tersangka, KT dan FS.

"Tim dari Polda Jatim yaitu Satgas Waspada Investasi melakukan pengungkapan kejahatan yang mana kasus ini dilakukan oleh korporasi yaitu memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait dengan iklim investasi untuk masyarakat kelas bawah sampai kelas menengah. Ini dimanfaatkan salah satu korporasi PT Kam And Kam dengan menggunakan aplikasi online," kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (3/1/2020) pekan lalu.

Dari penelusuran siber patrol, polisi menemukan perusahaan PT Kam and Kam yang berkantor di Jakarta diduga melakukan investasi bodong. Selain menetapkan dua orang tersangka, KT (47) warga Kelapa Gading, Jakarta Utara dan FS (52) warga Tambora, Jakarta Barat, polisi juga memblokir rekening atas nama PT Kam and Kam.

Uang yang ada di rekening milik perusahan intestasi bodong sekitar Rp120 miliar sudah diblokir dan baru dapatkan mengamankannya Rp50 miliar. Selain menyita Rp50 miliar, Tim Satgas Waspada Investasi Polda Jatim juga menyita 18 unit mobil serta 2 unit sepeda motor.

Modus operandinya, adanya pemasaran jasa pemasangan iklan yang menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan member yang direkrut dan bergabung dalam aplikasi memiles.

Para member yang berhasil merekrut member baru akan mendapatkan komisi dan bonus dari PT Kam and Kam sesuai dengan level member perekrut masing-masing. Para member yang telah bergabung untuk dapat memasang iklan harus melakukan top up sejumlah dana ke rekening PT Kam and Kam.

Dengan dana top up tersebut, member dapat memilih berbagai bonus atau reward yang fantastis nilainya, diantaranya mendapatkan mobil, rumah, motor, handphone, perhiasan emas, berlian dan lain-lain.

Bonus reward yang sudah dipilih oleh member tidak langsung diterima, namun harus memenuhi persyaratan yang cukup lama untuk diterimanya antara lain, syarat pemenuhan omset nasional, pemenuhan masa tunggu dan pemenuhan masa antre pendistribusian bonus reward selama 21 hingga 160 hari kerja.