Sekali Lagi, Cairan Disinfektan Hanya untuk Benda Mati!
dr.Erlina Burhan Sp P (K). (foto: RS Persahabatan)

JAKARTA, HALUAN.CO - Pencegahan penularan virus corona belakangan sering dilakukan dengan penyemprotan cairan disinfektan ke tubuh manusia setiap memasuki kantor atau tempat keramaian. Bahkan, dalam sehari setiap orang bisa disemprot belasan hingga puluhan kali. 

Padahal, menurut dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan, Jakarta, dr.Erlina Burhan, SpP(K), penyemprotan cairan disinfektan hanya untuk membersihkan permukaan benda mati atau permukaan benda yang sering disentuh manusia, seperti permukaan meja, gagang pintu dan lainnya. Itulah yang harus disiram dengan disinfektan. Sementara untuk makhluk hidup bukan disinfektan, melainkan antiseptik.

Apalagi bila disemprot berulang-ulang dan dilakukan dengan kurang cermat atau koordinasi yang tidak tepat. Orang yang disemprot mungkin belum menutup mata atau menahan nafas secara sempurna. Bila terkena mata dan kulit, maka bisa menimbulkan iritasi. Sementara, bagi orang yang memiliki riwayat asma, bisa memicu batuk dan sesak nafas.

View this post on Instagram

Selama pandemi COVID-19 masih terjadi, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal adalah prioritas utama. Pemakaian masker, membersihkan tangan dengan sabun dan penggunaan disinfektan untuk lingkungan juga menjadi cara pencegahan penyebaran COVID-19. . Pilihan menggunakan disinfektan untuk membersihkan perabotan dirasa sangat efektif. Karena diklaim bisa membasmi virus dan bakteri tapi tetap aman bagi manusia. Disinfektan umumnya mengandung hidrogen peroksida, creosote, atau alkohol. . Tapi sejauh mana sih disinfektan aman digunakan? Yuk cek #infografis nya! . . Follow @haluandotco | @haluantv | @totalpolitikcom | @teknologi_id | @row.id | @neuronchannel | @hipotesamedia . . #haluanmediagroup #haluandotco #haluan #beritahariini #beritanasional #viral #trending #heboh #coronavirus #waspadacorona #dirumahaja #haluanupdatecorona #janganpanikhadapicorona #bersatucekalcorona

A post shared by Haluan Media (@haluandotco) on


View this post on Instagram

Selama pandemi COVID-19 masih terjadi, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal adalah prioritas utama. Pemakaian masker, membersihkan tangan dengan sabun dan penggunaan disinfektan untuk lingkungan juga menjadi cara pencegahan penyebaran COVID-19. . Pilihan menggunakan disinfektan untuk membersihkan perabotan dirasa sangat efektif. Karena diklaim bisa membasmi virus dan bakteri tapi tetap aman bagi manusia. Disinfektan umumnya mengandung hidrogen peroksida, creosote, atau alkohol. . Tapi sejauh mana sih disinfektan aman digunakan? Yuk cek #infografis nya! . . Follow @haluandotco | @haluantv | @totalpolitikcom | @teknologi_id | @row.id | @neuronchannel | @hipotesamedia . . #haluanmediagroup #haluandotco #haluan #beritahariini #beritanasional #viral #trending #heboh #coronavirus #waspadacorona #dirumahaja #haluanupdatecorona #janganpanikhadapicorona #bersatucekalcorona

A post shared by Haluan Media (@haluandotco) on



Menurutnya, kalaupun kandungan disinfektan yang disemprot ke manusia berbeda dengan cairan disinfekan yang digunakan untuk benda mati, malah yang dipertanyakan adalah efektifitasnya. Bila kandungannya dikurangi, efektifitas membunuh virus atau kumannya akan diragukan.

"Intinya, cairan disinfektan bukan untuk tubuh manusia, tapi permukaan benda-benda mati," katanya, Rabu (1/4/2020) di Jakarta dikutip dari sebuah tayangan televisi swasta.

Kalau ingin meminimalisir virus dari tubuh manusia, yang penting adalah mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir. "Bila di tempat kerja ada yang parno dengan kemungkinan virus yang menempel di baju, maka bisa diakali dengan mengganti baju di kantor dan ganti baju lagi begitu sampai di rumah," tambahnya.

Ditegaskan dr.Erlina, pencegahan penularan bisa dilakukan dengan mencuci tangan dibawah air mengalir dan memakai masker bagi yang berdekatan atau merawat pasien positif atau suspect corona. Selain itu, hindari keramaian dan kebiasaan menyentuh wajah.

"Jadikan kebiasaan di bawah alam sadar kita. Banyak orang yang punya kebiasaan menyentuh wajah, padahal itu bisa menjadi perantara penyebaran virus," katanya.

"Kalau ingin hindari penularan, cuci tangan dan jangan biasakan sentuh wajah. Meski tangan kita tercemar, tapi asal tidak menyentuh mata, insya Allah virusnya tidak masuk. Karena, virus 19 ini tidak masuk melewati kulit," pesannya.


0 Komentar