Selama Tahun 2019, Ada 3 Pendiri Perusahaan Raksasa Dunia Mengundurkan Diri

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Pendiri dan ketua eksekutif e-commerce Tiongkok raksasa Alibaba Group Jack Ma. (Foto: AP / Sakchai Lalit)

JAKARTA, HALUAN.CO - Siapa yang tak mengenal perusahaan Alibaba, Xiaomi, dan Google? Ya, ketiganya ialah perusahaan raksasa teknologi dunia saat ini.

Tapi, ada yang persamaan menarik dari ketiga perusahaan tersebut. Semua pendirinya berbondong-bondong menanggalkan jabatannya di tahun 2019 ini. Berikut tiga pendiri perusahaan raksasa dunia yang mengundurkan diri, dihimpun dari berbagai sumber:

1. Jack Ma

Pertama, ialah Jack Ma, pendiri dari raksasa e-commerse Alibaba asal China. Jack Ma mundur dari Chairman Alibaba pada September lalu.

Ma beralasan, perusahaan yang didirikannya pada tahun 1999 lalu itu perlu regenarasi kepemimpinan. Ia pun ingin fokus sebagai filantropis di dunia pendidikan.

Kendati demikian, Ma tidak sepenuhnhya meninggalkan perusahaan rintisannya tersebut. Ma akan bergabung dengan jajaran direksi Alibaba Grup untuk menjadi mentor.

2. Lei Jun

Memo yang tersebar di internal perusahaan Xiaomi pada akhir November lalu, mengejutkan para karyawan perusahaan asal China tersebut. Lei Jun selaku Presiden Xiaomi, resmi meletakkan takhtanya.

Jabatan tersebut kini diserahkan kepada Lu Weibing, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Redmi.


Meski lagi berstatus Presiden, akan tetapi Lei tetap mengembang jabatan Chairman sekaligus CEO Xiaomi.

Lei beralasan, perubahan struktural ini dianggap penting untuk menyongsong persaingan yang makin ketat di tahun 2020 mendatang, utamanya dalam bisnis perangkat 5G. Ia juga berasumsi, perlu adanya mekanisme rotasi kader kepemimpinan pada perusahaan tersebut.

3. Larry Page dan Sergey Brin

Kabar yang paling mengejutkan yakni datang dari dari perusahaan raksasa internet dunia, Google. 3 Desember lalu, lewat blog resmi Google, Page dan Brin resmi menyerahkan kendali CEO Alphabet dan Google kepada Sundar Pinchai.

Keduanya beralasan, sudah saatnya untuk meninggalkan Alphabet dan Google. Page dan Brin mengatakan, sudah waktunya untuk mengambil peran sebagai orang tua yang bangga, yang menawarkan nasihat dan cinta, tapi tidak mengomel setiap hari.

Meskin Page tak lagi menjabat sebagai CEO Alphabet, dan Brin bukan lagi Presiden Google, akan tetapi keduanya masih punya saham mayoritas. Jika kedua sahamnya digabungkan, jumlahnya mencapai 51 persen.

Penulis: Sutrisno Z


0 Komentar