Selamat Jalan Glenn Fredly

Dark Mode

More From Our Network

rowtvriaumandiriwartaekonomiteknologiId
Musisi Glenn Fredly meninggal di usia 44 tahun. (Ilustrasi: Haluan.co)

-

AA

+

Selamat Jalan Glenn Fredly

Overview | Jakarta

Rabu, 08 April 2020 22:18 WIB


Sosok sinyo berdarah Maluku kelahiran Jakarta 44 tahun lalu ini dikenal publik pertama kali sebagai vokalis grup musik Funk Section di tahun 1995. Setahun setelahnya, single “Yang Pertama” dari Funk Section sempat berkibar di kancah permusikan tanah air.

INDONESIA kembali kehilangan musisi berbakatnya. Glenn Fredly Deviano Latuihamallo, atau lebih dikenal sebagai Glenn Fredly berpulang untuk selamanya pada 8 April 2020, selepas petang. Di usia 44 tahun, Glenn telah pergi meninggalkan banyak lagu-lagu cinta yang ia bawakan sejak seperempat abad lalu.

Sosok sinyo berdarah Maluku kelahiran Jakarta 44 tahun lalu ini dikenal publik pertama kali sebagai vokalis grup musik Funk Section di tahun 1995. Setahun setelahnya, single “Yang Pertama” dari Funk Section sempat berkibar di kancah permusikan tanah air.

Dan pada 1997 grup musik ini menelurkan album self-titled berisi delapan lagu. Lagu berjudul Terpesona menjadi lagu emas di album ini. Bahkan lagu ini masih kerap diperdengarkan di radio-radio hingga kini. Terpesona ku pada pandangan pertama, dan tak kuasa menahan rinduku~

Funk Section sendiri terbentuk dari beberapa dedengkot musik jazz era itu. Inang Noorsaid dan Mus Mujiono adalah dua orang di balik terbentuknya grup dengan genre funk-jazz ini. Dengan formasi Inang pada drum, Mus Mujiono pada Gitar, dua kibordis Ekka Bakti-Irfan Chasmala, dan basis Yance Manusama, Glenn dengan ciri khas vokalnya mampu membius blantika musik Indonesia di akhir 90-an.

Lagu Pantai Cinta menjadi salah satu lagu sendu dengan ketenangan yang menghanyutkan dalam album Funk Section. Dari sini kemudian Glenn dikenal sebagai penyanyi dengan cengkok vokal jazzy, soul, dan tentu RnB. Bisa dibilang genre RnB mengudara di negeri ini salah satunya karena andil Glenn Fredly.

Lantas tahun 1998, Glenn beralih untuk menjadi penyanyi tunggal. Dengan album bertajuk Glenn, sosok yang akrab dengan suara khas ini hadir dengan beberapa lagu hits. Dalam album tersebut muncul lagu-lagu seperti Cukup Sudah dan Kau. Tak hanya itu, mengangkat identitasnya sebagai keturunan Maluku, dalam album tersebut ia membawakan kembali lagu legendaris Esok Kan Masih Ada yang pernah dipopulerkan Utha Likumahuwa.

Lagu Cukup Sudah memang menjadi yang paling tenar di album ini, tak hanya di tanah air tapi juga di negeri jiran, Malaysia. Sedangkan Esok Kan Masih Ada yang digarap ulang dengan sentuhan RnB seolah memberi nyawa baru bagi lagu berlirik puitis itu. Hai nona manis, biarkanlah bumi berputar, menurut kehendak Yang Kuasa~Glenn mencatatkan sepuluh album dengan genre pop, jazz, dan RnB serta satu album rohani bertajuk Terang yang rilis tahun 2006. Glenn membuktikan bahwa lagu-lagu cinta akan tetap abadi dan tak pernah mati di kalangan pendengar musik tanah air, atau bahkan dunia. Untuk itulah Glenn kemudian menelurkan banyak hits lagu-lagu cinta, baik sendu maupun gembira.Nama Glenn makin berkibar di awal tahun 2000 dengan lagu-lagu seperti Januari yang saat itu menjadi lagu patah hati nomor wahid. Bahkan, sebagai anak kelas satu sekolah dasar, kala itu saya pun ikut terbawa suasana lagu ini ketika dinyanyikan salah satu kontestan pencarian bakat bertajuk Akademi Fantasi Indosiar. Lagu Januari dan Kasih Putih nampaknya menjadi dua nomor andalan Glenn dalam setengah dekade awal era 2000-an.

Kepopulerannya makin meroket ketika sempat berpasangan dengan penyanyi RnB lainnya, yaitu Dewi Sandra. Hubungan Glenn dan Dewi Sandra adalah fenomena unik karena keduanya saat itu dikenal sebagai pelopor RnB di Indonesia. Namun kelak hubungan ini kandas tahun 2009.

Sejak saat itu, kehidupan percintaan Glenn sempat hilang dari pemberitaan.Selain dalam lagu-lagu cintanya yang mampu menghipnotis, Glenn dengan suara khasnya senantiasa membuat para penonton perempuan menjerit ketika menonton konsernya. Jerit histeris ini yang setidaknya saya dengar pula pada penampilan Glenn Fredly di Prambanan Jazz 2019 lalu. Lagu-lagu yang dipopulerkan Glenn sama sekali tak lekang selama dua dekade ini. Tak hanya itu, Glenn juga terkenal dengan kampanyenya dalam mengangkat budaya Indonesia Timur. Film Cahaya dari Timur adalah salah satu film yang ia produseri di tengah kesibukannya menyanyi.

Kabar Duka, Glenn Fredly Meninggal Dunia

Konser tunggalnya bertajuk Cinta Beta yang dilangsungkan di Istora Senayan pada 2 September 2012 juga mengangkat tema Indonesia Timur. Hal ini tak lepas dari melekatnya identitas Indonesia Timur yang ia miliki dan juga untuk menghormati musisi-musisi legendaris dari Indonesia Timur. Hal ini kemudian makin sahih sejak Ambon ditetapkan sebagai kota musik dunia oleh UNESCO pada tahun 2019. Penetapan Ambon sebagai kota musik juga tak lepas dari sosok Glenn Fredly. Bersama Ridho Hafiedz, gitaris Slank, Glenn saat itu berusaha mengusulkan Kota Ambon pada komite UNESCO untuk Kota Musik Dunia.

Selain itu, Glenn sempat bercita-cita untuk melaksanakan konser besar memperingati 25 tahun karirnya di Kota Ambon. Kota Musik Dunia yang diinisiasi olehnya. Dengan mengangkat isu perdamaian dan semangat untuk menumbuhkan perekonomian di Indonesia Timur, Glenn meninggalkan warisan besar ini. Lagu berjudul Timur yang ia ciptakan dengan medley lagu Rame-rame menjadi salah satu karya agung Glenn untuk Indonesia Timur.

…namun bila waktuku telah habis dengannya, biarkan cinta ini hidup untuk sekali ini saja

Sayang, cita-cita Glenn untuk merayakan seperempat abad karirnya di dunia musik tak bisa dilaksanakan di Ambon. Namun, Tuhan memiliki rencana indah untuk pria bersuara indah itu di kehidupan yang abadi. Bersama dengan warisan musik serta perjuangannya dalam mengangkat Indonesia Timur melalui musik. Ia telah menjadi abadi bersama nama-nama musisi berdarah Maluku lain seperti Utha Likumahuwa, Melky Goeslaw, Broery Pesulima, Franky Sahilatua serta nama-nama lain yang membawa Amboina menjadi tanah air bagi para musisi berbakat di tanah air dan dunia.

Salamat jalan Glenn, Ale sekarang su sehat deng Tongalla. Amatoo!


0 Komentar